|
Inggris Menolak Penarikan Pasukan dari Irak
Selasa, 01 Mei 2007 | 14:25 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar:Usulan Dewan Perwakilan Rakyat RI agar forum Inter Parliamentary Union (IPU) mengeluarkan resolusi meminta penarikan pasukan asing dari Irak menuai kontroversi.
Delegasi Inggris menolak tegas resolusi itu. Tapi, delegasi Rusia memberi isyarat bakal menyatakan dukungan.
"Kami berada di Irak atas permintaan pemerintah Irak
dan sesuai resolusi PBB," ujar Ketua Delegasi Parlemen Inggris Ann Clwyd di Denpasar, Bali, Selasa (1/5).
Dia mengatakan, tidak perlu ada resolusi forum parlemen yang spesifik soal Irak. Jika pemerintah Irak menghendaki, katanya, pasukan asing yang dipimpin Amerika Serikat akan segera hengkang dari negara itu.
Kenyataannya, kata Clwyd, sampai sekarang belum ada permintaan itu. Berbeda dengan parlemen Inggris, Delegasi Parlemen Rusia yang dipimpin Vasily N. Likhachev menyatakan, sangat menghargai sikap parlemen Indonesia dalam persoalan Irak.
Menurutnya, peran Indonesia dalam percaturan politik dunia akan kian strategis. "Keprihatinan Indonesia tentang Irak adalah keprihatinan dunia," kata N. Likhachev usai bertemu dengan Agung Laksono, Ketua DPR RI.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Hassan Wirajudha
menyatakan, gagasan penarikan pasukan dari Irak
merupakan gagasan luar biasa dan penting. "Itu tidak
hanya menjadi perdebatan dunia internasional tapi juga
di Amerika Serikat sendiri," ujarnya.
Rofiqi Hasan
INDEKS BERITA LAINNYA :
|