|
Kalla Diberondong Pertanyaan Soal Lumpur Lapindo
Selasa, 01 Mei 2007 | 17:17 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sebanyak 138 murid Kelas IV SD Al Ikhlas, Cipete, Jakarta Selatan, bertandang ke kantor Wakil Presiden, Selasa (1/5). Kalla pun diberondong pertanyaan yang susah-susah oleh anak-anak tersebut.
Kalla keheranan diberondong pertanyaan berat-berat seperti pertanyaan Fadil: "Bagaimana mengatasi lumpur Lapindo?" lalu menyambung pertanyaan Aditya Hutama: "Mengapa penanganan lumpur Lapindo susah sekali?" atau pertanyaan Jauza,"Kenapa harga Bahan Bakar Minyak terus naik?"
Begitu juga pertanyaan Alisha: "Mengapa kita harus mengolah minyak ke Amerika Serikat?" Atau pertanyaan Fachri, "Mengapac di Indonesia banyak musibah?" Juga pertanyaan Bramanta Dwi Pramadya, "Berapa jumlah staf ahli Wapres?" Pertanyaan Heisel, "Bagaimana cara menghilangkan korupsi?" atau Faiq al Ghazali, "Mengapa di Indonesia banyak orang miskin?"
Kalla pun mengeluh, "Wah,pertanyaannya susah sekali. Apa
saya mesti memanggil menteri," ujarnya berseloroh. Kalla
tidak mau kalah set. Sebelum menjawab pertanyaan cerdas
anak-anak itu, ia terlebih dulu bertanya balik. "Di provinsi apa lumpur Lapindo atau Sidoarjo itu ?"
Kalla pun berusaha mencoba menjelaskan dengan pengertian sederhana dan kata-kata yang mudah dicerna anak berusia 10 tahunan itu.
Dimintai komentar soal sikap Kalla dalam dialog sekitar 1 jam itu, anak-anak itu merasa senang. "Mantap,kami jadi tidak takut,"ujar Aufa Dwi Aura.
Anak-anak yang di tiap sakunya terselip handphone itu tertawa senang karena bisa bebas bertanya pada Wapres meski beberapa ada yang mengeluh karena tidak sempat mendapat kesempatan bertanya. Namun ada seorang anak di barisan belakang yang tampak tidak menikmati pertemuan dengan Wapres. Ia menulis di bukunya dengan tulisan besar-besar:"CAPE DEH By RESKA."
Usai bersalaman dengan Wapres dan menikmati hidangan, anak-anak berwajah bersih dan elok itu menerima bingkisan buku dan pensil serta berkeliling Istana Wakil Presiden.
Badriah
INDEKS BERITA LAINNYA :
|