Kalla: Menteri Pengganti Pasti Lebih Baik
Jum'at, 04 Mei 2007 | 15:18 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta semua pihak sabar dan tidak meragukan hasil perombakan kabinet yang tengah disiapkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Yakinlah, Presiden pasti memilih menteri pengganti yang lebih baik daripada yang diganti," kata Kalla dalam keterangan persnya di kantor wakil presiden, Jumat (4/5).
Kalla menegaskan dirinya dan Presiden sepakat sejak awal bahwa perombakan kabinet bukan karena permasalahan politik, tapi untuk mencapai kinerja pemerintahan yang baik. Karena itu, kata dia, menteri pengganti pasti lebih dari segi kemampuan dan kredibilitasnya.
Wakil Presiden mengatakan para pejabat eselon satu adalah penggerak departemen, tapi figur para menteri yang mengarahkan kinerja sebuah institusi pemerintahan juga penting. Namun Kalla enggan menjelaskan pos menteri yang akan diganti. Ia juga tidak mau menyebut kapan perombakan akan diumumkan. Ia hanya memastikan perombakan tetap akan dilakukan awal Mei, seperti dituturkan Presiden.
Meski perombakan kabinet adalah hak prerogatif presiden, Kalla mengaku disertakan oleh Yudhoyono dalam memilih para calon menteri dalam perombakan kali ini. "Ya, namanya saja wakil presiden, tentu membantu presiden untuk melihat nama yang baik-baik."
Dalam kesempatan itu Kalla membantah adanya larangan bagi para menteri untuk keluar Jakarta menjelang reshuffle. Ia mencontohkan Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu yang berkunjung ke luar negeri.
Mengenai usulan fraksi-fraksi DPR yang meminta Presiden mengganti menteri yang sakit serta Menteri Negara BUMN Sugiharto, Kalla menilai hal tersebut wajar, karena pihak di luar partai politik juga menyebut nama-nama menteri yang diusulkan diganti.
Ia pun menganggap pertemuan beberapa pemimpin fraksi di Hotel Ritz Carlton, Rabu (2/5) lalu, bukanlah upaya untuk mendesak Presiden, karena pertemuan itu membahas undang-undang politik dan amandemen konstitusi.
Sumber Tempo di istana kepresidenan menyebutkan reshuffle akan dilakukan awal pekan depan. Menurutnya, menteri yang diganti hanya tiga, atau paling banyak lima orang. Oktamandjaya Wiguna





