close

13 Juta Anak Indonesia Kelaparan Kronis

Rabu, 09 Mei 2007 | 15:37 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Direktur Program Pangan Dunia (United Nations World Food Programme ) Indonesia, Bradley Bussetto mengatakan saat ini lebih dari 850 juta orang di dunia menderita kelaparan kronis, 820 juta diantaranya tinggal di negara berkembang.

"Setiap 5 detik, 1 orang meninggal dunia akibat kelaparan di Asia," katanya dalam jumpa pers Fight Hunger: Walk the World, di Wisma BCA, Jakarta, Rabu.

Ia menambahkan, sekitar 50 persen dari total penderita kelaparan kronis tersebut adalah anak-anak. Data Food and Agriculture Organization (FAO) 2006 menyebutkan, 350 hingga 450 juta anak menderita kelaparan kronis di dunia, 13 juta diantaranya adalah anak Indonesia. "Kelaparan atau kurang gizi merupakan penyebab utama kematian di dunia, melebihi AIDS, Malaria, dan TBC," katanya.

Karena itu, untuk mengatasi tingkat kematian akibat kelaparan kronis dan mengurangi jumlah kasus gizi kurang atau gizi buruk, WFP bekerjasa sama dengan TNT dan Unilever, akan menggelar aksi jalan kaki bersama dengan tema Walk the World pada 13 Mei nanti. Aksi yang dilakukan serempak di tiga kota, yaitu Jakarta, Surabaya dan Aceh ini dimaksudkan untuk menggalang dana. "Targetnya 10.000 peserta," katanya. Dwi Riyanto Agustiar

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda [2] :

  • Kejujuran

    negara indonesia ini cuma perlu kejujuran saja.kalau pemerintah indonesia jujur,pasti gak ada korupsi.korupsi adalah biang dari permasalahan di indonesia.kalau korupsi di berhentikan,pasti masalah yang ada di indonesia semakin berkurang.

  • Terlalu jauh menatap

    indonesia jgn dulu terpaku sama kesengsaraan paelstina.. liat dulu dalamnya.. indonesia juga sama sengsaranya.. banyak yg kelaparan..

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan