Jusuf Kalla Prihatin Pada Nasib Bulog

Kamis, 10 Mei 2007 | 15:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Wakil Presiden Jusuf Kalla mengaku prihatin dengan Perusahaan Umum Bulog yang selalu dirundung masalah karena pemimpinnya sering terkena kasus hukum. Tugas Bulog yang berat untuk menjamin ketersediaan beras dan stabilitas harga, menurut Kalla, sangat berat dan berisiko tinggi.

Kalla mengatakan, para mantan kepala Bulog dan direktur utama Bulog harus diberikan penghargaan atas kerjanya. Sedangkan kepada mereka yang terkena kasus pidana dan menjalani hukuman penjara, Kalla menyatakan simpatinya, penghargaan, dan dukungannya.

Simpati tersebut disampaikannya langsung kepada mantan kepala Bulog yang hadir dalam perayaan ulang tahun ke-40 Bulog di Gedung Oryza, tempat perusahaan pelat merah tersebut berkantor, Kamis 10/5). Dalam acara itu hadir mantan Kepala Bulog Bustanil Arifin, Rahadi Ramelan, dan Beddu Amang.

Bulog, kata Kalla, memang selalu menjadi incaran tiga pihak. Pertama, incaran petani yang ingin gabahnya dibeli, kedua konsumen yang menanti operasi pasar saat harga beras melambung tinggi. "Ketiga incaran polisi dan jaksa, kapan Anda (direktur Bulog) bikin salah," ujar Kalla.

Kalla sendiri pernah meminpin Bulog selama enam bulan saat pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid. Dia merasakan besarnya risiko tuntutan hukum dalam memimpin badan yang mengurusi kebutuhan pangan masyarakat itu.

Uniknya, kata Kalla, dari enam bulan hanya empat bulan saja secara resmi menjabat. "Karena dua bulan pertama ia bekerja tanpa surat keputusan presiden. (Untungnya) saya dipecat, jadi selamat," katanya.

Oktamadjaya Wiguna






Komentar Anda

Kirim