Pariwisata Lesu Bukan Karena Flu Burung
Kamis, 10 Mei 2007 | 16:49 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Menteri Pariwisata Jero Wacik membantah asumsi yang mengatakan lesunya sektor pariwisata akibat kasus flu burung yang merebak di Indonesia. “Faktor keamanan lebih menjadi masalah bagi turis asing. Mereka tidak terlalu peduli masalah flu burung," katanya kepada Tempo di Kantor Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Kamis (10/5).
Menurut Jero Wacik, turis asing lebih khawatir dengan ancamam bom dan teroris dibanding flu burung. "Mereka juga tahu, kita punya langkah-langkah strategis menghadapi flu burung," katanya. Di Vietnam dan Thailand tidak terjadi penurunan sektor pariwisata meskipun kedua negara itu menghadapi kasus flu burung.
Sebelumnya, Ketua Hubungan Luar Negeri Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia, Ron Mullers, mengatakan bahwa sektor pariwisata masih lesu karena maraknya berita soal flu burung. Jumlah turis yang mengunjungi Indonesia pada 2005 mencapai 6 ribu orang per hari. Jumlah itu menurun pada 2006, seiring maraknya kasus flu burung pada manusia, menjadi 3 ribu orang per hari.
Sejak Januari hingga Mei, jumlah turis kembali melonjak menjadi 4.500 orang per hari. "Tapi jumlah itu masih kecil, berbeda jauh dibanding 2005," kata Ron kepada Tempo, Rabu (9/5).
PRAMONO





