Kabar Pelanggaran Wilayah Udara Dibantah

Kamis, 10 Mei 2007 | 18:01 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional Marsekal Madya Eris Herryanto membantah telah terjadi pelanggaran wilayah udara di sekitar Sumatera Bagian Utara oleh pesawat-pesawat asing.

"Kami yang memantau seluruh wilayah udara dan kami pastikan tidak ada pelanggaran itu," ujarnya kepada Tempo melalui sambungan telepon, Kamis (10/5) sore.

Dia memberi contoh bila ada pesawat sipil yang melintas di wilayah udara Indonesia karena mengindari cuaca buruk, maka hal itu bukan merupakan pelanggaran. "Jika ada pesawat tempur yang melintas tanpa izin, pasti kami tahu dan diperingatkan. Itu pun tergantung kasusnya," ujar Eris.

Kabar ini pertama kali disampaikan Komandan Pangkalan Udara TNI Angkatan Udara di Medan, Kolonel SB Supriyadi, Rabu (9/5) kemarin. Dia mengatakan pelanggaran itu sering terjadi di wilayah udara Aceh dan Sumatera Utara.

Penyebab masuknya pesawat asing tidak dikenal itu, kata dia, karena kesalahan navigasi, faktor cuaca yang buruk, pesawat mata-mata, atau sengaja ingin memperpendek jarak tempuh dengan menerabas wilayah RI. "Jika pesawat asing masuk ke Indonesia kami selalu kalah cepat mengejarnya," ujarnya.

Juru Bicara Markas Besar Angkatan Udara Marsekal Pertama Daryatmo mengatakan kabar soal pelanggaran itu sebenarnya muncul karena ada operasi rutin TNI Angkatan Udara Komando Sektor III, yang membawahi wilayah Sumatera. Latihan tahunan yang digelar sejak 30 April hingga 10 Mei ini melibatkan satu pesawat Hawk 100, dua Hawk 200, satu helikopter jenis Sikorsky Twin Pack, dan satu Hercules. "Latihan ini kemudian ditafsirkan oleh komandan pangkalan di sana seolah-olah ada pelanggaran wilayah." Raden Rachmadi






Komentar Anda

Kirim