Mahasiswa Peringati Kejatuhan Soeharto
Jum'at, 18 Mei 2007 | 09:16 WIB
TEMPO Interaktif, SOLO:
Puluhan mahasiswa di Kota Solo, Jawa Tengah memperingati sembilan tahun kejatuhan Presiden Soeharto hari ini. Mahasiswa yang tergabung dalam Gema Pembebasan dan Badan Koordinasi Lembaga Dakwah Kampus (BKLDK) ini melakukan long march dari Kampus Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) ke pusat kota Solo di Bundaran Gladak.
Para mahasiswa ini menyatakan reformasi yang ditandai dengan pergantian rezim Soeharto telah gagal total.
"Reformasi hanya ganti rezim, dari Soeharto yang dinilai otoriter ke era demokrasi tetapi buktinya bangsa ini justru masuk ke jurang kebangkrutan yang lebih dalam," kata Ihda Arifin Faiz, koordinator aksi yang diberi tajuk Refleksi Reformasi : Revolusi Damai Menuju Kebangkitan Sejati.
Menurut Ihda, kegagalan reformasi yang diperjuangkan sejak sembilan tahun lalu karena yang dikehendaki hanyalah perubahan perbaikan, bukan perubahan mendasar atau revolusioner. Selain itu juga tidak visioner karena tidak mempunyai arah perjuangan yang jelas, seolah-olah dengan sekedar menggenati rezim akan menyelesaikan masalah.
Sembilan tahun lalu, tepatnya 21 Mei 1998, Presiden Soeharto yang berkuasa selama 32 tahun menyatakan mengundurkan diri. Pengunduran itu dilakukan setelah mahasiswa di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Solo turun ke jalan. Sebelum mundur, sejumlah aksi kerusuhan dan kekerasan merebak di berbagai daerah seperti di Kota Solo. Belasan mahasiswa menjadi tumbal dalam peristiwa tersebut.
imron rosyid






Komentar Anda :