Hotel di Bali Dipenuhi Wisatawan Domestik

Sabtu, 19 Mei 2007 | 07:39 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:
Liburan akhir pekan yang cukup panjang membawa berkah bagi hotel-hotel di Bali. Tingkat hunian melonjak antara 80-100 %, dan dipenuhi oleh para wisatawan domestik.

Naiknya tingkat hunian ini sangat signifikan, mengingat rata-rata pada bulan Mei yang biasanya hanya berkisar sampai 40 % saja. Menurut Marketing Communications Hard Rock Hotel Bali Dewi Banowati, lonjakan pemesanan kamar untuk long weekend sudah mulai sejak 2 minggu
lalu.

“Kebanyakan dari Jakarta dan Surabaya,” ujarnya, Sabtu (19/5). Para tamu itu mulai checkin sejak Kamis dan akan checkout pada Minggu (20/5)
siang.

Ketua Perhimpunan hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Badung, yang membawahi wulayah Kuta dan Nusa Dua, Perry Markus, menyebutkan adanya libur panjang di akhir pekan ini sangat signifikan mendongkrak kunjungan ke Bali. Tahun ini, berkah itu pun terasa sangat merata. "Hotel-hotel kelas melati pun penuh karena bertepatan pula dengan musim karyawisata dari anak-anak SMU."

Tingkat belanja wisatawan domestik, menurut Perry, memang sangat beragam. Tetapi untuk mereka yang datang berpasangan atau bersama keluarga, sebenarnya tidak kalah dengan wisatawan asing. “Ada juga yang lebih royal,” katanya.

Ia mengatakan saat ini tidak ada lagi hotel yang membedakan perlakuan mereka terhadap wisatawan asing dan pelancong dari negeri sendiri. "Tamu-tamu karyawisata pun tetap diperlukan oleh pariwisata Bali, terutama untuk hotel-hotel dan fasilitas yang sejak awal ditujukan bagi mereka."

Di luar wisatawan dalam negeri, tingkat kunjungan ke Bali sebenarnya sudah lumayan tinggi. Untuk bulan Mei, wisatawan Jepang yang mendominasi, karena
bertepatan dengan musim liburan di Negara Matahari Terbit itu. “Rata-rata sudah 4 ribuan wisatawan asing yang datang,“ kata Markus mengutip data kedatangan
orang asing di kantor imigrasi bandara Ngurah Rai. Rofiqi Hasan

Topik :

Komentar Anda :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan
Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :