|
PDI Perjuangan: Partai Politik Harus Disederhanakan
Sabtu, 19 Mei 2007 | 18:24 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Pemerintah didesak segera menyerahkan Rancangan Undang-undang (RUU) Politik ke DPR.
Menurut Ketua Fraksi PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo seharusnya Presiden Susilo Bambang Yudoyono memperioritaskan RUU Politik apalagi sebelumnya Menteri Dalam Negeri Widodo AS menjanjikan akan menyerahkan ke DPR bulan Mei ini. RUU Politik sangat penting untuk membangun sistem politik yang sehat. "Kerangka landasannya sudah dibangun pada jaman pemeritahan Presiden Megawati dan harusnya pemerintah sekarang lebih serius agar pembahasan dapat dipercepat bersama DPR," katanya, Sabtu (19/5)
PDI Perjuangan mencatat ada empat hal yang harus menjadi kerangka pembahasan RUU Politik tersebut. Menurut Tjahjo, materi RUU Politik harus dalam rangka penguatan sistem presidensiil seperti yang sudah digariskan oleh konstitusi. Selain itu, RUU Politik juga harus mampu mendesain agar terjadi penyederhanaan partai politik. Menurut Tjahjo, persoalan keterwakilan dan komunikasi politik antara wakil rakyat dengan daerah pemilihan serta hubungan partai dengan konstituen juga harus menjadi dasar dalam penyusunan paket RUU Politik yang terdiri dari tiga RUU tersebut.
"Pada pemilu mendatang harus dilakukan penyederhanaan sistem kepartaian untuk memperkuat sistem presidensial yang kita anut. Penyederhanaan partai dengan cara meningkatkan electoral threshold, sekalipun pada kenyataannya electoral threshold tidak efektif tetapi cara ini yang sekarang ini paling demokratis," kata Tjahjo.
Mengenai sistem pemilu, PDI Perjuangan juga sudah bersepakat untuk menggunakan sistem proposional terbuka. Dalam sistem ini akan memuat daftar urut calon anggota legeslatif yang disusun partai politik, namun dikombinasikan dengan perolehan suara setiap calon. Menurut Tjahjo, prosentase perolehan suara memang belum disepakati, namun dia yakni sistem ini yang akan digunakan pada pemilu 2009. "Daerah pemilihan juga akan diubah demikian juga soal sisa suara juga masih belum ada titik temu," kata dia.
Imron Rosyid
INDEKS BERITA LAINNYA :
|