Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Presiden Bantah Terima Dana Kampanye Ilegal
Sabtu, 19 Mei 2007 | 18:30 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan dirinya dan tim suksesnya tidak pernah melanggar ketentuan dalam penggalangan dana kampanye pemilihan presiden 2004. "Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wapres Jusuf Kalla tidak pernah menerima dana-dana dari DKP (Departemen Kelautan dan Perikanan), dana asing atau dana-dana yang tidak pantas atau tidak legal," kata Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng, kepada wartawan, Sabtu (19/5).

Andi mengatakan, semua sumbangan dana kampanye yang pernah diterima Presiden Yudhoyono dan tim kampanye resminya sudah dilaporkan ke Komisi Pemilihan Umum. "Semua sudah diserahkan ke KPU dan sudah diaudit sebagaimanamestinya," tambah Andi.

Andi meminta pihak-pihak yang menuduh tim sukses SBY-JK menerima dana ilegal agar menyebutkan dengan jelas nama penerima dana tersebut. Menurutnya, tidak semua orang yang mengaku tim sukses SBY-JK adalah tim kampanye resmi karena dalam pemilihan presiden yang lalu memang banyak relawan yang ikut mendukung Yudhoyono.

Relawan tersebut, lanjutnya, statusnya bukan tim kampanye resmi pasangan SBY-JK. Bahkan, kata Andi, hingga kini ada banyak oknum yang mengaku sebagai tim sukses SBY-JK dan meminta sumbangan ke berbagai pihak.

Sebelumnya mantan calon presiden Amien Rais mensinyalir ada calon presiden yang mendapat dana dari luar negeri. Amein sendiri mengaku menerima dana dari DKP sebesar Rp 400 juta dan meminta semua pesaingnya untuk secara jujur membuka asal dana kampanye mereka.

Andi menengarai berhembusnya isu aliran dana kampanye ilegal tersebut sebagai upaya untuk menjatuhkan presiden seperti juga sebelumnya ada aksi cabut mandat dan revolusi sosial. "Ada yang memakai rumor tidak jelas untuk menjatuhkan presiden," kata Andi tanpa menyebut siapa yang dimaksudnya itu.

Meski begitu, Andi mengatakan presiden tidak akan mengambil kangkah hukum atas tuduhan penerimaan dana kampanye ilegal. Karena, kata dia, dana kampanye presiden Yudhoyono sudha diaudit dan sudah dilaporkan kepada KPU dan lembaga itulah yang berwenang menindaklanjuti semua masalah dana kampanye.

Andi juga yakin masalah dana kampanye tidak akan berujung pada pemakzulan presiden. Masalah pemakzulan, kata dia, sudah jelas diatur dalam konstitusi.

Mengenai adanya aktivis Blora Center yang tercatat menerima dana dari DKP seperti diungkap dalam pembelaan Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri, Andi meminta agar hal tersebut dikonfirmasi langsung kepada pengurus Blora Center. Menurutnya, Blora Center adalah organisasi yang berdiri sendiri yang kemudian mendukung Yudhoyono dalam pemilu 2004. "Soal aktivitas lain selain mendukung SBY ya tanya langsung ke mereka," ujarnya.

OKTAMANDJAYA WIGUNA


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Tiga Calon Presiden Timor Leste Kampanye Terakhir
500 Peserta Buka Bersama Presiden Tak Kebagian Makan
Presiden Buka Puasa di Tanah Abang
PAN Tarik Dukungan Terhadap Harun
Penyampaian Visi Misi Walikota Depok Diwarnai Pro Kontra
Sekretariat KPUD Depok Akui Cetak Kalender Badrul
Darah Basri Sangajie Dibalas 9 Tahun Penjara
Kubu Badrul Kamal Elak Langgar Aturan Kampanye

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk100246 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Pasokan Daya Listrik PLN Tidak Transparan
Ratusan Pengusaha Tionghoa Nyatakan Dukungan Pada Yudhoyono
Presiden Optimistis Indonesia akan Jadi Lumbung Padi
Dua Pejabat Kutai Kertanegara Ditahan
Suara NU Tentukan Putaran Kedua Pemilihan Gubernur Jawa Timur

<< May,2007>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data