Mahasiswa Unjuk Rasa Peringati Jatuhnya Soeharto
Senin, 21 Mei 2007 | 14:17 WIB
TEMPO Interaktif, Denpasar:Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Denpasar, Senin (21/5), unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Bali. Mereka menuntut mantan Presiden Soeharto segera diadili dalam kasus korupsi dan pelanggaran hak asasi manusia.
Aksi dimulai di kampus Universitas Udayana di Jalan Sudirman. Mahasiswa berjalan kaki ke gedung kejaksaan yang berjarak sekitar 3 kilometer sambil meneriakkan yel-yel dan membagi selebaran.
Dalam poster yang diarak antara lain bertuliskan “Kenapa Hukum Tidak Menyentuh Soeharto”, “Soeharto Sakit tapi Bisa Ikut Kawinan Cucunya”, “Reformasi Belum Selesai, Koruptor Belum Diadili.”
Menurut Fahruddin, koordinator aksi, mahasiswa diharap pemerintahan yang berkuasa saat ini tidak takut mengungkap kasus Soeharto. “Sudah 9 tahun Soeharto jatuh tapi tidak ada perubahan apa-apa di negeri ini,“ ujarnya.
Unjuk rasa sempat tegang karena aparat kejaksaan menolak menemui mahasiswa.
Unjuk rasa dalam rangka memperingati 9 tahun tumbangnya rezim Orde Baru juga disejumlah kota seperti Jakarta dan Yogyakarta. Tuntutan mahasiswa relatif sama, meminta Soeharto diadili.
Rofiqi Hasan





