Hartati Murdaya Mengadu ke Presiden
Senin, 21 Mei 2007 | 14:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Bos Central Murdaya Group, Hartati Murdaya mengakui mengadukan kasus penyitaan kontainer berisi sepatu miliknya oleh aparat Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta, akhir Maret lalu, pada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
"Karena jengkel, saya tulis surat ke Menteri Keuangan dan saya tembuskan ke Presiden," kata Hartati Murdaya, Senin(21/5), usai melaporkan persiapan perayaan Waisak, di Kantor Kepresidenan Jakarta.
Aparat Bea Cukai menyita 36 ribu pasang sepatu merek Yonex yang berasal dari PT Nagasakti Paramashoes Industry, salah satu perusahaan Hartati di Tangerang. Kontainer yang akan diekspor itu dikeluarkan tanpa izin Bea Cukai. Perusahaan Hartati dianggap melanggar Undang-Undang Kepabean.
Berbeda dari versi Bea Cukai, Hartati membantah perusahaannya berniat mengemplang pajak. Menurutnya, polisi menangkap truk pengangkut kontainer itu setelah mendapat laporan satpam pabrik. Satpam mencurigai sepatu yang rencananya akan diekspor itu dicuri. Hartati mengakui karyawannya melakukan kecerobohan dengan mengeluarkan sepatu itu sebelum dokumen ekspor lengkap. "Dokumen akan diurus siangnya, malam sudah harus dikirim," ujarnya.
Setelah itu, kontainer itu kemudian dikembalikan ke pabrik untuk diurus dokumennya sebelum diekspor. Akan tetapi, Bea Cukai malah menyita kontainer itu. "Bea Cukainya ngawur," ujarnya.
Dia mengatakan kronologis penyitaan kontainer itulah yang dia ceritakan dalam surat ke Menteri Keuangan dan ditembuskan ke Presiden. "Rupanya tembusan yang ke Presiden direspon, katanya ada yang telpon Menteri Keuangan dari istana," kata Hartati Murdaya.
Selain meminta 'pertolongan' ke Istana, Hartati juga berniat mengajukan gugatan pra peradilan pad Bea Cukai. Menurutnya, kasus ini telah mencemarkan nama baiknya. Selain itu, perusahaan sepatu miliknya terganggu akibat kasus ini. "Kalau terjadi kegonjangan karena ulah Bea Cukai, ekspornya US$ 100 juta kan berhenti. Karyawan 14 ribu mau dikemanakan, kalau ada apa-apa saya mau minta Bea Cukai tanggung jawab," kata dia.
Menurutnya, dia tidak berniat melanggar ketentuan Bea Cukai. "Untuk apa cuma satu kontainer, wong
kita ekspor ribuan kontainer," kata dia. SUTARTO





