Mantan KASAU, SM Herlambang Tutup Usia
Senin, 21 Mei 2007 | 18:31 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sri Mulyono Herlambang, 77 tahun, mantan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU)/Panglima Udara pada masa pemerintahan Presiden Soekarno hari ini, Senin (21/05) tutup usia. SM Herlambang yang diangkat menjadi kasau pada 15 Desember 1965 ini meninggal akibat stroke pada pukul 12.55 WIB di RS pertamina. "Beliau meninggal karena pendarahan di otak," ujar Sri Wiyono Purwosudarmo adik kandung almarhum yang ditemui Tempo di rumah duka, Jl. Haji Nawi Raya no 8 radio Dalam, Jakarta Selatan.
Sebelumnya, Almarhum yang lahir di Solo, 9 November 1930 dirawat di RS Pondok Indah selama 2 minggu. Kemudian, Sabtu dipindah ke RS Pertamina sampai menghembuskan nafas terakhirnya.Almarhum meninggalkan istri Sriani, 3 orang putri dan 1 orang putra.
SM Herlambang diangkat menjadi Kasau diusia 35 tahun yang menjadikannya KASAU termuda. Masa jabatanya juga singkat karena mengundurkan diri pada 20 Maret 1966. "Beliau tidak cocok dengan pemerintah waktu itu," katanya.
Dirumah duka tampak para mantan pejuang yang tergabung dalam Legiun Veteran Indonesia, Pepabri, keluarga dan kolega almarhum. KASAU Herman Prayitno sudah pulang saat Tempo bertandang ke rumah duka, "Beliau menunggui waktu bapak masih di RS," kata M B Pietersz, menantu almarhum. Presiden SBY, kata dia, juga kemungkinan akan melayat malam ini.
Almarhum akan dimakamkan besok di Taman Makam Pahlawan Kalibata. Pukul 13.00 WIB besok, jenazah akan diberangkatkan dari rumah duka.
Selain sebagai tokoh militer, almarhum juga dikenal sebagai pengusaha yang sukses. Penulis buku 'Penguasa dan Pengusaha' ini menjabat sebagai Presiden DIrektur Daria Dharma Group, perusahaan yang didirikanya. Perusahaan tersebut bergerak dibidang pariwisata, penjualan pesawat, travel dan properti. Almarhum juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum Indo Koperasi ABRI, Dewan Koperasi Indonesia dan Dewan Pariwisata Indonesia.
Almarhum juga menulis buku "Menyingkap Kabut Halim" yang berisi kisah pemberontakan PKI tahun 1966/1965. Almarhum menjadi penengah saat Bandar Udara Halim Perdana Kusuma dikepung TNI AD. "beliau bertemu dengan SArwo Edhi dan menengahi masalah tesebut," ujar Eko Rusni Putro, Bendahara Dewan Pariwisata Indonesia yang juga kolega almarhum. Gunanto ES





