Muladi: Perjanjian Pertahanan RI-Singapura Perlu Direvisi
Kamis, 24 Mei 2007 | 12:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional Muladi menyatakan perlunya revisi terhadap perjanjian pertahanan Indonesia-Singapura yang beberapa waktu lalu diteken kedua negara. Pernyataan Muladi ini mengacu pada apa yang disampaikan oleh Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono beberapa hari lalu.
"Revisi saya kira memang sangat diperlukan," kata Muladi seusai memimpin upacara hari ulang tahun ke-42 Lemhanas RI di Gedung Lemhanas Jakarta, Kamis (24/5). Menurutnya, jika revisi itu akan dilakukan, ia berharap hal itu dilakukan dengan konsultasi dan pembicaraan di DPR.
Muladi melihat bahwa perjanjian tersebut sudah cukup seimbang. "Saya rasa kedua negara telah sama-sama diuntungkan dan sama-sama dirugikan," ucapnya. Ia menilai wajar apabila perjanjian itu memiliki implikasi dalam hal integritas teritorial, kemerdekaan politik, dan kedaulatan bagi kedua pihak. "Yang penting ialah jangan sampai semuanya serba terlalu mudah," ujar Muladi.
Secara keseluruhan, Muladi berharap pemerintah juga mendengar pendapat dari komisi I DPR RI dalam masalah ini. Di lain pihak, ia meminta kepada DPR untuk menyikapi dan membahas hal ini dengan kepala dingin. "DPR harus betul-betul mempertimbangkan berbagai kepentingan, tidak hanya kepentingan nasional tapi juga regional dan internasional.”
Titis Setianingtyas





