Opsi APDN Lebih Pas Gantikan IPDN

Jum'at, 25 Mei 2007 | 09:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota DPR Andi Yuliani Paris beranggapan opsi mengembalikan Institut Pemerintahan Dalam Negeri menjadi Akademi Pemerintahan Dalam Negeri (APDN) lebih cocok untuk menata kembali pendidikan pamong praja tersebut.

Dengan menjadi APDN ke lima wilayah regional, katanya, "Ongkos pendidikannya akan lebih murah dan proses belajar juga sesuai dengan kebutuhan." Andi dihubungi Tempo pagi ini berkaitan dengan rekomendasi tim evaluasi IPDN pimpinan Ryaas Rasyid kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono kemarin.

Menawarkan IPDN menjadi APDN adalah salah satu opsi. Menurut Andi, opsi itu bisa meningkatkan kualitas pendidikan pemerintahan dalam negeri. "Proses belajarnya jadi lebih mudah karena siswanya tidak banyak," katanya.

Namun, dia minta tetap ada evaluasi kurikulum dan menyesuaikan dengan perubahan zaman. Dia mencontohkan pola senioritas dan kekerasan harus dihapus. "Harus ada perubahan dalam pola rekrutmen, seragam dan semua simbol-simbol militeristis harus dihilangkan," ujarnya.

Selama ini, menurut Andi, IPDN menjadi institusi yang eksklusif, semua dibayari. IPDN menjadi gunjingan menyusul banyaknya kasus kekerasan yang menimpa praja di sana. Kekerasan terakhir menimpa Cliff Muntu, mahasiswa asal Sulawesi Utama yang tewas dianiaya seniornya.

Kartika Candra

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: