Search  
 
| Advance search | Registration | About us | Careers
  Home  
  Budaya  
  Digital  
  Ekonomi  
  Internasional  
  Iptek  
  Jakarta  
  Nasional  
  Nusa  
Olahraga  
  Majalah  
  Koran  
  Pusat Data  
  Tempophoto  
  Indikator  
English
Apa Itu RSS?
   

Pengadilan Tidak Paham Sistem Pendidikan Nasional
Jum'at, 25 Mei 2007 | 12:25 WIB

TEMPO Interaktif, Yogyakarta: Menteri Pendidikan Nasional Bambang Sudibyo menilai, Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat tidak paham mengenai sistem pendidikan nasional. "Kalau dilihat dari amar putusannya kelihatan sekali pengadilan tidak well informed dengan aturan-aturan pendidikan yang ada," ujar Menteri usai membuka diskusi pendidikan bertema "Pemberantasan Buta Aksara : Antara Kewajiban dan Konvensi Dunia" di Yogyakarta, Jumat (25/5).

Tanggapan menteri itu berkaitan dengan keputusan pengadilan yang memenangkan gugatan warga negara atau Citizen Law Suit (CLS) terkait pelaksanaan Ujian Nasional. Majelis hakim berpendapat bahwa para tergugat (Presiden RI, Wakil Presiden, Menteri Pendidikan Nasional, dan Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan) telah lalai dalam meningkatkan kualitas guru, sarana dan prasarana pendidikan, dan informasi khususnya didaerah pedesaan.

Pemerintah sendiri, kata Bambang, akan melakukan perlawanan terhadap putusan pengadilan itu. "Kami serahkan kepada kejaksaan agung sebagai kuasa hukum pemerintah," ujarnya.

Pemahaman pengadilan dengan peraturan-peraturan pendidikan yang ada sangat kurang. Karena itu pemerintah akan mengajukan bukti-bukti baru berupa sejumlah aturan-aturan pendidikan itu sendiri. "Diantaranya Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Pemerintah No.19 tentang Standar Nasional dan peraturan lainnya," kata menteri.

Reh Atemalem Susanti


INDEKS BERITA LAINNYA :
 

 

 

dibuat oleh Radja:danendro
 
Berita Terkait

Solo Tolak Ujian Nasional SD
Ujian Sekolah di Klaten Bocor
Puluhan Pelajar Unjuk Rasa di Pengadilan
Ujian Kesetaraan Bebas Biaya
Ujian Kesetaraan Diundur
Jawa Tengah Menolak Ujian Nasional Sekolah Dasar
78 Siswa SMK Dhuafa Tak Bisa Ikut Ujian Susulan
Polisi Diminta Selidiki Dugaan Kecurangan Ujian di Solo
DPRD Padang Upayakan 78 Siswa SMK Dhuafa Ikut Ujian Susulan
Hasil Ujian Nasional Diumumkan Pekan Depan
> selengkapnya...

Komentar Anda
-
Kirim
-
Via SMS
Anda bisa mengomentari berita ini melalui SMS. Ketik TIJAWAB [spasi] brk100644 [spasi] komentar dan kirim ke 9333

Berita Terakhir

Adinda Bakrie Gelar Resepsi Mewah
Indonesia Masuk Radar OECD
Presiden Kecewa Larangan Terbang ke Eropa Diperpanjang
Anwar: Aliran Dana BI Lebih Serius dari Korupsi Biasa
Pabrik Mittal Jadi Acuan Krakatau Steel

<< May,2007>>
MSnSl RK JS
  01 02 03 04 05
06 07 08 09 10 11 12
13 14 15 16 17 18 19
20 21 22 23 24 25 26
27 28 29 30 31




 

 
buatan danendro English | Japanese | Registrasi | Help | About us
  copyright TEMPO 2003

Kembali ke atas
Home | Budaya | Digital | Ekonomi |Internasional |Iptek |Jakarta | Nasional | Nusa| Olahraga | Indikator
Majalah | Koran Tempo | Pusat Data