301 Kabupaten/Kotamadya Belum Tuntaskan Wajib Belajar
Sabtu, 26 Mei 2007 | 13:50 WIB
TEMPO Interaktif, Yogyakarta:Sebanyak 301 dari 443 kabupaten/kotamadya di Indonesia belum menuntaskan program wajib belajar sembilan tahun. Di Jawa Tengah, baru 20 kabupaten (57 persen) dari 35 kabupaten yang ada, yang telah menuntaskan program wajib belajar.
Di DKI Jakarta, dari enam kotamadya yang ada, Kabupaten Kepulauan Seribu adalah satu-satunya yang belum berhasil. Sedangkan di Daerah Istimewa Yogyakarta, program wajib belajar telah berhasil di lima kabupaten yang ada.
Hari ini Presiden didampingi Ibu Ani Yudhoyono memberikan penghargaan Widyakrama kepada tiga gubernur yang telah berprestasi menuntaskan wajib belajar. Tiga gubernur itu berasal dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Sumatera Utara, dan Jawa Timur. Tiga provinsi itu berhasil melampaui target angka partisipasi murni minimal 95 persen.
Sebelumnya, pada 2006, penghargaan serupa telah diberikan kepada lima walikota dan empat bupati yang juga berhasil dalam program yang sama, yaitu Wali Kota Cirebon, Lhokseumawe, Langsa, dan Bandar Lampung, serta Bupati Jembrana, Samosir, Karanganyar, dan Minahasa Selatan.
Program wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun merupakan salah satu upaya pemerintah untuk memberikan pelayanan pendidikan untuk masyarakat. Sejak dicanangkan tahun 1994, program ini digiatkan kembali tahun 2004. Program ini mentargetkan angka partisipasi murni sebesar 95 persen pada akhir tahun 2008.
Selain memberikan penghargaan untuk daerah yang menuntaskan wajib belajar, Presiden juga memberikan penghargaan Satya Lencana pendidikan kepada Supriyanto, guru SMPN Unggulan Sindang, Indramayu, Jawa Barat, dan Delvitia, guru SDN 07, Koto, Sungai Puak, Sumatera Barat, sebagai guru berprestasi. Penghargaan yang sama juga diberikan pada Ismail Tihurua, guru SD Inpres Ruhua, Maluku Tengah, dan Syamsiah, guru SDN 010 Tamiang, Natuna Kepulauan, sebagai guru berdedikasi yang bertugas di daerah khusus atau terpencil.
Penghargaan Satya Lencana Wira Karya kepada siswa berprestasi di tingkat internasional, yaitu Aston Taminsyah, peraih medali emas kejuaraan catur internasional, Jeniver Santoso, peraih class honour pada Primary Mathematics World Contest, dan Johanes Kevin Nangoi peraih medali emas junior Science Olympiade, dan dua orang pembimbingnya, yaitu Mohammad Soleh dan Raden Ridwan Hasan Saputra.
REH ATEMALEM SUSANTI/SYAIFUL AMIN





