Wapres : Tawaran Nuklir Jepang Belum Relevan

Sabtu, 26 Mei 2007 | 19:10 WIB

TEMPO Interaktif, Denpasar:
Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai tawaran dari Jepang untuk mengembangkan energi nuklir belum relevan dengan kebutuhan energi Indonesia. “Kita ingin terlebih dahulu mengembangkan yang lebih murah dan mudah,“ katanya di Denpasar, Sabtu (26/5).

Wakil Presiden bahkan menduga ada maksud lain dibalik tawaran itu, yakni agar Indonesia tidak terlalu banyak memakai gas dan bisa mengeksportnya ke Negeri Matahari Terbit itu.

Faktanya, kata Kalla, pengembangan nuklir di Jepang pun memiliki keterbatasan, karena adanya tingkat resiko yang tinggi serta penerimaan masyarakat yang sangat hati-hati

Sebenarnya, Kalla menjelaskan, teknologi nuklir dikembangkan karena tren kekurangan energi dunia. "Kondisinya erbeda dengan Indonesia, di mana cadangan energi seperti batubara dan geothermal belum dieksplorasi sepenuhnya."

Ia mengatakan pengembangan energi nuklir di Indonesia juga mempunyai masalah karena banyaknya daerah yang menolak ditempati sebagai lokasi pembangunan reaktor.

Mengenai kunjungannya ke Jepang, Kalla menilai kedua negara ingin meningkatkan hubungan dalam pola yang seimbang. Di satu sisi, Jepang diharapkan akan terus meningkatkan investasinya di Indonesia. “Mereka pun membutuhkan jaminan suplai energi dari kita.”

Namun, menurut Kalla, kebijakan energi Indonesia sangat jelas. Peemrintah akan mengutamakan pemenuhan kebutuhan dalam negeri, serta melakukan konversi energi sebelum mengekspornya ke negara lain. Rofiqi Hasan






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: