Perajin Bonggol Jati di Blora Kesulitan Bahan Baku

Selasa, 29 Mei 2007 | 15:50 WIB

TEMPO Interaktif, Blora:Perajin bonggol kayu jati yang tersebar di sejumlah kecamatan di Blora, Jawa Tengah, kesulitan bahan baku saat permintaan pesanan meningkat pesat. Akibatnya pesanan dari sejumlah kota tak sanggup dipenuhi.

Bonggol kayu jati biasanya dibuat untuk meja kursi,
tempat cermin, dan jenis peralatan rumah tangga itu dijual cukup bervariasi. Harga satu set meja kursi Rp 3,5-5,5 juta. Harga bonggol semakin mahal apabila usia kayu cukup lama dan utuh.

Bonggol utuh biasanya dibentuk seperti lambang Kalpataru dan binatang. Produk seni bonggol jati ini terdapat di Kecamatan Jiken, Cabak, Jepon, Cepu, Randublatung dan Kecamatan Blora Kota.

Menurut Lamidi, perajin dari Kecamatan Jepon,
sudah dua tahun bahan baku sulit dicari. "Selain langka, ongkos angkutnya juga mahal," katanya, Selasa (29/5).

Dalam lima tahun terakhir kerajinan dari bonggol
jati telah diburu para kolektor seni pahat dari
sejumlah kota besar. Seperti dari Semarang, Yogyakarta,
Surabaya, dan Jakarta.

Berdasarkan data di Dinas Perindustrian Blora menyebutkan, produknya juga sebagaian sudah dikirim ke beberapa Negara, seperti Malaysia, Singapura dan ke Jepang.

Sujatmiko






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: