Pfizer Akan Pasarkan Obat Anti Rokok

Rabu, 30 Mei 2007 | 14:22 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Manajer Medik Pfizer, M. Dedy Kartawidjaja menyatakan perusahaannya akan segera memasarkan obat anti rokok dengan resep dokter. "Dosis yang diperlukan oleh pasien tidak sama, tergantung dari kebutuhan," katanya.

Dedy menjelaskan, obat ini merupakan generasi terbaru
obat-obatan dan belum pernah dibuat di dunia. Obat ini
berfungsi untuk menghambat efek rasa nyaman dari
nikotin. "Caranya dengan mengambil alih fungsi nikotin
di reseptor bagian otak yang bisa membuat efek senang
dan nyaman karena pelepasan dopamine," jelasnya.

Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI)
yang juga dokter spesialis penyakit paru, Menaldi
Rasmin mengatakan perokok yang telah mengalami
kecanduan nikotin harus dibantu dengan pengobatan
tertentu. Sebab, kecanduan merokok tidak bisa
diselesaikan hanya dengan keinginan yang kuat.
"Diperlukan terapi khusus untuk mereka, tergantung
orangnya," ujarnya.

Dalam Varenicline Asian Consumer Research, survei yang
dilakukan secara simultan di 4 negara (Cina, Thailand,
Indonesia dan India) terungkap bahwa dokter di
Indonesia belum menganggap merokok sebagai suatu
penyakit. Kebanyakan dari mereka menganggap merokok
merupakan kebiasaan yang adiktif, keputusan untuk
berhenti merokok berasal dari motivasi diri yang kuat
dan berhenti merokok adalah langkah untuk memperbaiki
kesehatan.

Dokter juga menganggap merokok bukan masalah kesehatan
yang penting dan mendesak. "Dan memulai diskusi
tentang rokok jika menghadapi kasus penyakit yang
terkait dengan rokok," papar Menaldi.

Dalam survei tentang dokter ini juga terungkap, 81
persen dokter memberikan pendapat kalau kehadiran
suatu obat yang lebih efektif akan membantu pasien
berhenti merokok. Reh Atemalem Susanti

TOPIK






Komentar Anda

Kirim