Panglima TNI Sesalkan Polisi Federal Australia
Kamis, 31 Mei 2007 | 13:58 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto ikut marah atas upaya paksa Polisi Federal Australia memasuki kamar hotel Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso ketika berada di negeri itu.
"Waktu Sutiyoso telepon saya. Saya bilang, masih syukur (polisi federal) tidak ditempeleng," ujar Djoko dalam acara lepas sambut Kepala Pusat Penerangan TNI di Markas Besar TNI Cilangkap, Kamis (31/5).
Pengadilan lokal, kata Djoko, tidak seharusnya memperlakukan pejabat negara yang diundang secara resmi ke Australia. Djoko menjelaskan, Sutiyoso tidak pernah bertugas di Balibo. Sutiyoso memang pernah bertugas di Timor-Timur, tapi di daerah utara. "Bukan di Balibo."
Djoko menganggap masalah Timor-Timur sudah selesai. "Tim-tim bagi TNI sudah lewat," ujar Djoko. Menurutnya, ada kepentingan lembaga swadaya masyarakat di Australia untuk memojok-mojokan TNI. "Nggak ada habis-habisnya," ujar Djoko.
Ia mencontohkan seolah-olah TNI masih mencari-cari orang di Papua. Advokasi citra TNI di luar, kata dia, masih berkaca dari masa lalu. Sutiyoso dipaksa memberi kesaksian dalam kasus terbunuhnya lima wartawan di Balibo.
Polisi federal Australia pada Selasa lalu masuk secara paksa kedalam kamar Sutiyoso saat ia berkunjung ke Australia untuk menandatangani perjanjian sister city dengan New South Wales.
Fanny Febiana





