Anggota PBR Bantah Rencana Pindah Fraksi

Sabtu, 02 Juni 2007 | 14:18 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Anggota Fraksi Partai Bintang Reformasi (PBR) Yusuf Fani menyatakan tidak berniat pindah fraksi ke PDI Perjuangan. Ia juga menegaskan tetap mengakui kepemimpinan Bursah Zarnubi di partai yang didirikan ustad Zainuddin M.Z. itu.

"Tidak ada kemauan sama sekali untuk pindah fraksi. Saya tetap setia kepada kepemimpinan Bursah Zarnubi," kata anggota Yusuf Fani ketika dihubungi Tempo, Sabtu (2/6).

Sebelumnya, Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif yang tengah berseteru dengan Burzah menyatakan akan pindah fraksi ke PDI Perjuangan bersama lima rekan lainnya. Anggota yang dikabarkan akan pindah bersama Zaenal adalah Anhar Nasution, Bulyan Royan, Is Anwar, Zul Anwar, dan Yusuf Fani. Rencananya, Senin depan (4/6) Zaenal bersama lima rekan lainnya akan mengajukan surat resmi ke Fraksi PDI Perjuangan.

Yusuf mengatakan hingga kini Zaenal belum pernah membicarakan rencana kepindahan fraksi itu. Bahkan, Yusuf mengaku tidak pernah bertemu dan berkomunikasi dengan Zaenal. "Saya tidak mengerti pemikiran yang mendasari gagasan itu," ujarnya.

Hal yang sama dinyatakan Is Anwar. Ia mengatakan tidak pernah menyatakan akan berpindah fraksi ke PDI Perjuangan. Hingga kini pun dia masih bergabung dengan PBR versi Bursah.

"Sampai hari ini saya belum mengatakan pindah fraksi. Bagi saya tidak ada masalah (tetap di PBR). Karena menjadi anggota DPR berarti mengabdi pada rakyat, bukan hanya partai," katanya ketika dihubungi Tempo.

Is Anwar mengakui adanya konflik internal di PBR berkaitan dengan kepemimpinan Bursah Zarnubi. Dia menilai rangkap jabatan yang dilakukan Bursah merupakan persoalan yang harus segera dituntaskan. Saat ini, kata dia, Bursah memiliki jabatan di partai, fraksi, komisi, bahkan di Panitia Anggaran DPR RI. "Bursah punya banyak kelemahan yang harus diperbaiki. Dia sangat emosional dan otoriter," katanya.

Masalah kepemimpinan di partai itu makin ruwet karena saat ini Zaenal pun menyatakan dirinya sebagai ketua PBR yang sah. Zaenal menganggap Bursah dengan sendirinya tak layak memimpin partai karena dianggap telah melanggar anggaran dasar dan anggaran rumah tangga.

Is Anwar berharap konflik antara Bursah dan Zaenal tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Sehingga, dia melanjutkan, tidak terjadi kehancuran di PBR karena kepentingan pribadi Bursah dan Zaenal. "Jangan pindah fraksi. Sayang kalau Zaenal pindah. Selesaikan secara internal saja," ujarnya.
Kurniasih Budi






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: