Mahasiswa Tolak Kedatangan Wapres Ke Solo
Sabtu, 02 Juni 2007 | 18:40 WIB
TEMPO Interaktif, Solo:Kunjungan kerja Wakil Presiden Jusuf Kalla ke Solo, Jawa Tengah untuk meresmikan Monumen Guru terganggu. Puluhan mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) berbagai perguruan tinggi di Solo dan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Solo menolak kedatangannya. Para mahasiswa menggelar demonstrasi di depan Hotel Novotel, Jalan Gajah Mada yang jaraknya hanya satu blok dari lokasi kunjungan presiden.
Sebuah spanduk besar bertuliskan “JK; Datang dengan Kesejahteraan atau Pulang” sebagai bentuk penolakan kedatangan orang nomor dua di Indonesia ini. Para mahasiswa berusaha untuk mendekati lokasi acara, namun langkah mereka dihadang oleh aparat Kepolisian Kota Besar Solo. Kapoltabes Solo, Komisaris Besar Lutfi Luhbianto meminta para mahasiswa untuk tidak meneruskan aksi mereka, namun mahasiswa menolak bubar dan memilih duduk di tengah jalan.
Salah seorang peserta aksi, Indarto mengatakan pemerintah di bawah kepemimpina SBY-JK harus bertanggung jawab atas kemiskinan. Sejak berkuasa, jumlah pengangguran justru semakin bertambah. Aktivis KAMMI Solo ini mengatakan selama ini pemerintah hanya mencari popularatisa belaka. “Seolah-olah perekonomian nasional sudah pulih hanya karena suku bunga dan kurs rupiah stabil,” kata dia.
Aparat Poltabes Solo menurunkan hampir seluruh personelinya untuk mengamankan kunjungan Jusuf Kalla. Sejumlah tempat di dekat lokasi, termasuk rumah-rumah penduduk ditongkrongi oleh aparat keamanan bersenjata. Watercanon, mobil pelontar air juga disiapkan berjaga-jaga di sekitar lokasi. Aparat TNI juga terlihat ikut membantu pengamanan. Kalla sebelumnya dijadwalkan tiba di Solo pukul 14.00 WIB, namun jadwal tersebut molor.
Imron Rosyid





