Ikatan Advokat Indonesia Pecah

Sabtu, 02 Juni 2007 | 21:17 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ikatan Advokat Indonesia terbelah menjadi dua. Dalam musyawarah nasional organisasi yang berlangsung Kamis (31/5) hingga, Sabtu (2/6) di Balik Papan, terbentuk dua versi kepengurusan.

Pecahnya organisasi advokat itu bermula pada Sabtu pagi, saat munas yang digelar di Hotel Novotel Balikpapan itu sampai pada agenda pemilihan ketua umum. Komisi anggaran dasar memutuskan pemilihan pengurus melalui mekanisme pembentukan formatur. Namun, beberapa Dewan Pengurus Cabang menginginkan pemilihan ketua umum melalui mekanisme pemungutan suara (voting).

Tidak terima dengan keputusan pimpinan sidang yang dianggap otoriter, 18 DPC melakukan aksi walk out, dan mengelar munas lanjutan di Hotel Bahtera. Dalam munas tandingan ini, terpilih sebagai formatur tunggal Teguh Samudra, anggota Ikadin dari DPC Jakarta Pusat. Beberapa advokat yang masuk dalam kepengurusan ini antara lain, Rabuto Hutagalung, Sudjono, dan Hartono.

Sebagian besar DPC tetap melanjutkan munas di Hotel Novotel. Disini, munas menetapkan mantan Ketua Umum Otto Hasibuan sebagai ketua formatur. Awalnya Henry Yosodiningrat masuk dalam formatur. Namun, pengacara senior itu, memilih mundur. Di kubu ini, terdapat pula beberapa tokoh senior dan pendiri Ikadin.

Henry menyesalkan perpecahan yang terjadi di tubuh Ikadin. Henry sendiri sudah berusaha melobi kubu Teguh Samudra dengan mendatangi mereka di Hotel Bahtera. Namun, usaha Henry tidak membuahkan hasil. “Mereka malah mendirikan organisasi baru yang namanya mirip dengan Ikadin,” kata Henry ketika dihubungi, Sabtu (2/6) di Balikpapan.

Henry sendiri tidak mengakui, organisasi yang dipimpin Teguh sebagai pecahan Ikadin. Alasanya, munas Ikadin yang resmi diselenggarakan di Hotel Novotel, dan telah sesuai dengan angaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi.

Teguh Samudra, ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya tidak berniat mencalonkan diri sebagai ketua umum. Namun, dia terpaksa tampil karena desakan 18 DPC yang tidak puas dengan jalannya munas. “Tentang mana yang syah, kami serahkan kepada anggota, kepemimpinan siapa yang diakui,” kata Teguh ketika dihubungi, Sabtu (2/6) di Balikpapan.

Meski anggotanya terpilih menjadi ketua umum versi hotel Bahtera, namun DPC Ikadin Jakarta Pusat memilih abstain. “Kami walkout, tapi tidak ikut munas di Bahtera,” kata Abdul Fikar Hajar, Sekretaris DPC Ikadin Jakarta Pusat.

ERWIN DARIYANTO

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: