Sidang Interpelasi DPR Dihujani Interupsi

Selasa, 05 Juni 2007 | 11:03 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pembukaan Rapat Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Selasa (5/6) langsung dihujani interupsi. Puluhan anggota dewan langung meninterupsi begitu pimpinan sidang, Ketua DPR Agung Laksono membuka rapat.

Yuddy Chrisnandi dari Fraksi Partai Golongan Karya, pada kesempatan pertama, menanyakan ketidakhadiran Presiden dalam rapat, yang mengagendakan mendengar jawaban atas usul hak interpelasi anggota dewan. "Interpelasi ini tidak bisa diwakilkan sebelum presiden menjawab langsung interpelasi," kata Yuddy. "Saya mengusulkan rapat ini ditunda sampai Presiden datang langsung ke DPR."

Presiden mewakilkan kehadirannya kepada tiga menteri, yakni: Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Widodo AS, Menteri-Sekretaris Negara Hatta Radjasa, dan Menteri Luar Negeri Hasan WIrajuda, untuk menjawab hak usul interpelasi DPR. Usul interpelasi diajukan karena pemerintah mendukung resolusi 1747 Dewan Keamanan PBB, yang memberi sanksi program nuklir Iran.

Aryo Bimo dari Fraksi PDI Perjuangan mengatakan interpelasi terjadi, karena anggota dewan tidak puas dengan jawaban dari perwakilan pemerintah, yakni Menteri Luar Negeri. "Ketidak hadiran presiden sebagai sama-sama lembaga tinggi negara sangat disayangkan," kata Aryo. "Saya minta kepada pimpinan, forum ini ditutup, dan menjadwalkan lagi kehadiran presiden."

Menurutnya, para menteri tak bisa menjawab subtansi interpelasi.

ERWIN DARIYANTO






Komentar Anda

Kirim