DPR Desak Tunda Interpelasi Hingga Presiden Hadir
Selasa, 05 Juni 2007 | 11:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera Al Muzzamil Yusuf meminta Pimpinan Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat menunda forum interpelasi hingga Presiden Susilo Bambang Yuhdoyono hadir. Ia mempertanyakan ketidakhadiran Presiden dalam Sidang Paripurna Dewan Perwakilan Rakyat. “Presiden pun ada di Indonesia, kenapa tidak bisa meluangkan waktu satu jam di interpelasi,” katanya melalui pesan singkat (sms), Selasa (5/7).
Menurut Muzzamil, interpelasi dewan merupakan bentuk sikap kritis yang diatur dalam konstitusi. Ia menilai sikap pemerintah tak konsisten dalam mendukung Iran karena dipihak lain, Indonesia mendukung resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa yang memberi sanksi atas pengayaan nuklir.
“Ketika sanksi terhadap Iran ringan Indonesia abstain, tapi kenapa sanksi berat justru mendukung,” katanya.
Padahal, katanya, tim inspeksi PBB belum melihat langsung pengayaan nuklir di Iran ketika menjalankan resolusi sebelumnya. Hal ini dianggap sebagai satu rekayasa internasional terhadap Iran.
Ia menilai resolusi 1747 itu, sebagai upaya negara adidaya menginvasi Iran. “Terbukti Israel, konco Amerika Serikat, juga mengancam fasilitas nuklir Iran.”
Purwanto, Jobpie Sugiharto





