Paripurna DPR Diskors Sepuluh Menit
Selasa, 05 Juni 2007 | 12:21 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sidang paripurna membahas interpelasi Irak di Gedung DPR/MPR RI sempat diskors selama sepuluh menit. Skorsing dilakukan pimpinan rapat Agung Laksono karena peserta sidang banyak yang mengajukan interupsi sambil berteriak-teriak.
Ketika skors dilakukan, beberapa anggota DPR maju kesekitar kursi pimpinan sidang dan berbicara dengan pimpinan sidang salah satu diantaranya adalah anggota DPR RI dari fraksi Bintang Demokrasi Ali Mochtar Ngabalin. Agung Laksono dalam rapat kali ini didampingi oleh Soetadjo Soerjogoeritno, Muhaimin Iskandar, dan Zainal Ma'arif.
Salah satu anggota DPR dari fraksi Bintang Pelopor Demokrasi Ali Mochtar Ngabalin, dalam interupsinya meminta pimpinan rapat untuk mengklarifikasi pernyataan anggota DPR RI dari fraksi Partai Golkar Ferry Musyidan Baldan. Sebelumnya, Ferry mengatakan bahwa dalam tata tertib DPR RI, Presiden boleh diwakili oleh Menteri yang ditunjuknya untuk menghadiri interpelasi. Prinsipnya, kata Ferry, interpelasi adalah meminta penjelasan pemerintah bukan menghadirkan Presiden. "Dengar dulu penjelasan pemerintah," kata Ferry dalam sidang.
Ketika skors berlangsung, beberapa anggota DPR mendekat ke kursi para Menteri yang hadir dalam rapat kali ini. Salah satu anggota DPR yang berbicara dengan menteri-menteri adalah Adji Masaid dari fraksi Partai Demokrat.
Pimpinan sidang keluar ruangan melalui pintu terdekat dengan kursi mereka dan mengadakan pembicaraan bersama Ferry Mursyidan Baldan. Agung Laksono, Muhaimin Iskandar, Zainal Ma'arif, Idrus Marham, dan Ferry Mursyidan Baldan berbicara dengan posisi melingkar dan saling berhadapan. Wajah Ferry tampak merah selama pembicaraan berlangsung hingga para pimpinan sidang masuk kembali keruangan untuk menacbut skors.
Ferry menyayangkan situasi sidang yang dinilai tidak memperhatikan tata tertib. Dia mengkhawatirkan terjadi hilangnya kepercayaan atas undangan DPR pada semua kalangan. Dia menolak pernyataan bahwa ada perpecahan ditubuh Golkar. Menurut dia, fraksi Golkar sudah memutuskan bahwa Presiden boleh diwakili menterinya dalam memberikan penjelasan dalam interpelasi. "Tata tertib memungkinkan Presiden tidak datang. Jangan salahkan Presidennya, salahkan tata tertibnya," katanya.
Dia menegaskan bahwa keputusan rapat internal fraksi yang kemarin dipimpin oleh Darul Siska seharusnya diikuti oleh seluruh anggota fraksi. Menurut dia, sanksi untuk anggota yang tidak mematuhi keputusan partai menjadi urusan dewan pimpinan pusat Golkar. Kemarin (4/6) Yudi Chrisnandi salah satu anggota fraksi Golkar mengancam walk out jika Presiden tidak hadir dalam interpelasi hari ini. "Tidak ada yang pecah. Yang beda kan cuma dia aja," ujarnya.
Sidang kali ini dihadiri oleh 480 anggota DPR. Anggota DPR fraksi PPP 48 orang, PDIP 94 orang, Partai Golkar 111 orang, Partai Demokrat 58 orang, PAN 45 orang, fraksi Kebangkitan Bangsa 45 orang, PKS 41 orang, Bintang Pelopor Demokrasi, 13 orang, PBR 13 orang, dan Partai Damai Sejahtera 12 orang. KURNIASIH BUDI





