Tujuh Wartawan Kediri Kecelakaan

Rabu, 06 Juni 2007 | 11:51 WIB

TEMPO Interaktif, Kediri:
Tujuh wartawan yang bertugas di wilayah eks-Karesidenan Kediri, Jawa Timur, mengalami kecelakaan ketika hendak meliput penggerebegan tanah urug liar di Desa Tugu, Kecamatan Purwoasri, Kabupaten Kediri, Selasa (5/6) tengah malam.

Truk pengendali massa milik Polres Kediri yang ditumpangi para wartawan menabrak under pass (jalan layang rel kereta api) di Desa Purwoasri, Kecamatan Purwoasri, yang tingginya hanya 2,8 meter dari permukaan jalan aspal.

Akibatnya atap truk hancur dan menimpa ketujuh wartawan dan empat anggota Polres Kediri. Ketujuh wartawan itu adalah Khoirul Abadi (wartawan RCTI), Budi Sutrisno (SCTV), Yusuf Saputro (Lativi), Nur Salam (Trans TV), Beni Kurniawan (ANTV), Miftahul Arif (freelancer TV swasta) dan Heri (Radar Kediri). Mereka mengalami luka di bagian tubuhnya akibat tertimpa reruntuhan besi atap truk. Pergelangan tangan dan leher mereka terkilir karena terempas ketika truk menabrak jalan layang.

"Seluruh penumpang morat-marit. Kami berusaha menyelamatkan bagian kepala dari reruntuhan atap truk," kata Beni Kurniawan yang menderita luka serius di bagian punggung karena tertimpa plat dan pipa besi, Rabu (6/6), usai mendapat perawatan di Puskesmas Purwoasri.

Khoirul Abadi, wartawan RCTI yang turut menjadi korban menjelaskan kecelakaan itu terjadi saat dia dan rekan-rekannya mengikuti operasi penggerebegan tanah urug liar di Desa Tugu, Kecamatan Purwoasri yang dilakukan tim gabungan Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah Kabupaten Kediri dan Polres Kediri. Operasi sengaja dilakukan pada tengah malam karena aktivitas penggalian kerap dilakukan pada malam hari.

"Ketika melewati under pass di Desa Purwoasri, sopir truk yang kami tumpangi tidak bisa
memperkirakan ketinggian jalan layang rel kereta api itu. Akibatnya atap truk menabrak jalur dan suaranya sangat mengerikan. Truk memang melaju sangat kencang," kata Khoirul Abadi.

Selain Beni, penumpang yang menderita luka cukup serius adalah Yusuf Saputro (ANTV), Nur Salam (Trans TV) dan dua anggota Polres Kediri. Mereka sempat mendapat perawatan intensif di Puskesmas Purwoasri.

"Alhamdulillah, semua wartawan dan aparat kepolisian yang menjadi korban sudah berangsur membaik. Kami telah mengevakuasi para wartawan yang menjadi korban dari Puskemas Purwosari ke rumah masing-masing. Namun perkembangan kondisi mereka akan tetap diikuti tim medis," kata Hari Tri Wasono, Koordinator Divisi Advokasi AJI (Aliansi Jurnalis Independen) Kediri yang memimpin tim evakuasi AJI Kediri.

Sementara, Kepala Bagian Operasional Satuan Polisi Pamong Praja, Agung Nugroho, menyatakan keperihatinannya atas peristiwa itu. "Para wartawan menderita luka saat bertugas dengan kami. Kami siap memberikan pertolongan yang dibutuhkan," kata Agung. Dwidjo U. Maksum






Komentar Anda

Kirim