Tak Ada Warga Indonesia Yang Menjadi Korban Insiden Sarawak
Jum'at, 08 Juni 2007 | 11:08 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Tidak ada warga Indonesia yang menjadi korban dalam insiden Sarawak. “Sejauh ini seluruhnya berasal dari Malaysia,” ujar juru bicara Departemen Luar Negeri, Kristianto Legowo ketika dihubungi (8/5).
Seperti diketahui, Rabu malam lalu (6/5), seorang warga negara Indonesia dikabarkan mengamuk dan menembaki para pengujung pesta pernikahan di dekat Song, Sarawak, Malaysia. Akibat perbuatannya, lima orang tewas dan sembilan lainnya terluka.
Kristianto menjelaskan, Korban meninggal bernama Galau Illu (27 tahun), Gram George (34 tahun), Jimbun Nindang (30 tahun), Nelu Daemin (39 tahun), dan Paulus Illu (43 tahun). Sayangnya, Kristianto belum bisa menjelaskan nama korban yang terluka.
Berdasarkan laporan kantor Konsulat Jenderal Indonesia di Sarawak, kata Kristianto, pelaku bernama NYB, 36 tahun. Pelaku juga telah menyerahkan diri kepada pihak kepolisian setempat beberapa jam setelah insiden tersebut.
Aksi brutal itu, kabarnya, terjadi hanya karena pelaku kerap dilecehkan lantaran tidak memiliki kejelasan status kewarganegaraan. Itu juga dibenarkan oleh Kristianto. “Yang bersangkutan memang tidak memiliki dokumen keimigrasian,” ujar Kristianto.
Meski demikian, Kristianto belum bisa memastikan apa yang menjadi motif pembunuhan tersebut. “Masih diselidiki oleh kepolisian setempat. Karena peristiwa itu berada di luar wilayah yurisdiksi kita,” ujar dia. riky feridanto





