Pemerintah Sediakan 600 Miliar Untuk Bangun Sekolah Baru

Jum'at, 08 Juni 2007 | 15:54 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah sediakan 600 miliar untuk pembangunan Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Dasar (SD)-SMP satu atap. Pembangunan unit sekolah baru diutamakan di daerah yang Angka Partisipasi Kasar (APK) nya di bawah rata-rata nasional, sedangkan untuk SD-SMP satu atap akan dibangun di daerah terpencil yang jumlah penduduk 13-15 tahun nya relatif sedikit.

"Sepanjang 2004 hingga 2006 pemerintah telah membangun
1.001 unit sekolah baru SMP, da 1.185 unit SD-SMP satu
atap," ujar Menteri Pendidikan Nasional, Bambang
Sudibyo dalam acara Peluncuran Pembangunan USB SMP dan
SD-SMP Satu Atap di Jakarta hari ini, (8/6).

Untuk tahun 2007, ditargetkan pembangunan unit sekolah
baru SMP sebanyak 611 unit, jumlah ini bertambah dari
target semula yang hanya 590 unit. "Kita juga akan
membangun 1.221 unit SD-SMP satu atap dan 31.501 unit
sekolah baru," ujar Direktur Jenderal Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah, Suyanto di akhir acara.

Dari 611 unit sekolah baru, 300 diantaranya dibiayai
oleh program The Australia-Indonesia Parthership on
Recosntruction and Rehabilitation (AIPRD) untuk
kawasan Indonesia Timur. Dari program yang sama 270
unit SD-SMP satu atap juga dibangun tahun ini.

Penambahan ruang kelas, unit sekolah baru dan SD-SMP
satu atap ini, katanya, dilakukan untuk menambah daya
tampung tamatan SD/MI yang akan melanjutkan ke SMP.
"Program peningakatan akses ini ditargetkan
meningkatkan APK SMP/Setara dari 88,68 persen ke 95
persen pada tahun 2005."

Menteri mengatakan target APK SMP penting sebagai
salah satu indikator utama penuntasan wajib belajar 9
tahun. "Jika sampai 2009 masih bersisa 6,32%, itu
berarti dalam kurun waktu 2007-2008 pemerintah perlu
menyediakan tambahan layanan pendidikan bagi sekitar
1,5 juta anak usia 13-15 tahun," katanya. Reh Atemalem Susanti






Komentar Anda

Kirim