Presiden Yudhoyono Minta Masukan Habibie

Jum'at, 08 Juni 2007 | 15:56 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang Mantan Presiden B.J. Habibie ke Istana Negara untuk bertukar pikiran mengenai pengembangan industri strategis, khususnya industri pertahanan di Indonesia.

Pertemuan itu berlangsung sekitar 2 jam sejak pukul 09.30 WIB. Turut hadir Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Menteri Negara BUMN Sofyan Djalil, Menteri Sekretaris Negara Hatta Radjasa, dan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto.

Pimpinan industri pertahanan itu adalah Direktur Utama PT PAL Indonesia Adwin Suryohadiprojo, Direktur Utama PT Dirgantara Indonesia, dan Direktur Utama PT Pindad Budi Santoso.

Setelah itu, Presiden Yudhoyono dan Habibie sholat jumat di Masjid Baiturahim, komplek istana kepresidenan. Tidak ada penjelasan dari Habibie dan Presiden Yudhoyono mengenai isi pertemuan itu. Usai sholat, Habibie yang mengenakan batik motif bunga warna coklat segera meninggalkan istana negara.

Penjelasan resmi datang dari Hatta Radjasa. "Pak Habibie bersilaturami, memberikan pandangan dan masukan pada Presiden sehubungan industri strategis di Indonesia," kata Hatta Radjasa, Jumat(8/6), di halaman istana negara.

Dalam pertemuan itu, kata Hatta, pengagas pesawat N250 produksi PT Dirgantara Indonesia ini menceritakan sejarah industri strategis di Indonesia. "Pak Habibie memberi masukan-masukan," kata dia.

Presiden, lanjut Hatta menyatakan akan melakukan revitalisasi industri strategis yaitu industri dirgantara, industri maritim. Revitalisasi itu menyangkut peningkatan kemampuan teknologi dan penjualannya.

Dalam kesempatan itu, Habibie juga menyampaikan pesawat N250 produksi PT Dirgantara Indonesia akan diredesain. "Lebih ekonomis, irit bahan bakar," kata dia.Desain ulang itu akan melibatkan swasta tanpa menggunakan anggaran negara.

Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto, usai pertemuan itu membenarkan pertemuan itu hanya membahas industri strategis dalam negeri. "Yang jelas kita semua berkeinginan kebutuhan strategis TNI sedapat mungkin memang dipenuhi oleh industri kita sendiri supaya kita tidak terganting banyak pada luar," ujar Djoko Suyanto.
SUTARTO






Komentar Anda

Kirim