Panglima TNI Anggap Sengketa Aset Tanah karena Perbedaan Persepsi
Jum'at, 08 Juni 2007 | 15:57 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto mengakui beberapa tanah milik militer berstatus sengketa dengan warga. "Ada beberapa, tapi saya tidak hafal jumlahnya," kata Djoko Suyanto di Istana Negara Jakarta, Jumat(8/6).
Sengketa tanah antara pasukan marinir dan warga terakhir meledak pekan lalu di Alas Tlogo, Pasuruan, Jawa Timur. Dalam insiden ini empat warga meninggal terkena tembakan dan tujuh lainnya luka-luka.
Menurut Djoko, kasus perebutan aset tidak hanya terjadi di lingkungan TNI Angkatan Laut. "Masalah itu juga ada di Angkatan Darat dan Angkatan Udara," kata dia.
Djoko mengatakan, sengketa kepemilikan aset karena perbedaan persepsi antara tentara dan penduduk. "TNI merasa memiliki sesuai dengan sertifikat yang ada, sementara itu ada klaim juga dari penduduk. Contohnya di Pasuruan," kata Djoko.
Dia menambahkan, aset-aset yang dikuasai TNI proses mendapatkan sudah sesuai hukum. "Itu sejarahnya lama."
Untuk menghindari terulangnya sengketa, TNI akan bekerja sama dengan Departemen Pertahanan, Badan Pertanahan Nasional, dan pemerintah daerah.
Dalam kasus Pasuruan, Djoko tidak mau menanggapi pernyataan Komisi Nasional Hak Asasi Manusian dan Komisi Pertahanan tentang adanya dugaan pelanggaran HAM berat dalam kasus itu.
Sutarto





