Swasta Masih Enggan Bantu Penanggulangan HIV/AIDS

Sabtu, 09 Juni 2007 | 01:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) mengeluhkan pihak swasta yang kurang memberikan tanggung jawab sosial (corporate social responsibility, CSR) bagi para penderita HIV/AIDS. Koordinator Wilayah LSM Jangkar yang menangani pengguna narkoba jarum suntik, Faried Budiman, mengatakan bahwa sebenarnya peran swasta mutlak diperlukan dalam penanggulangan HIV/AIDS.

“Pemerintah dan LSM saja tak akan sanggup mengatasi penyebaran HIV,” katanya kepada Tempo di sela-sela diskusi “Dukungan the Global Fund untuk HIV/AIDS Distop: Bagaimana rencana ke depan?” di Kantor Yayasan Pelita Ilmu, Jakarta, Jumat (8/6).

Peran swasta, kata Faried, masih sangat minim. Bahkan, hampir tak ada pihak swasta yang mau bersentuhan langsung dengan para penderita HIV/AIDS. “Penderita HIV/AIDS masih mendapat stigma sebagai manusia amoral atau penjahat kelamin,” katanya.

Swasta, kata dia, seringkali lebih mengedepankan kepentingan bisnis dibanding kepentingan masyarakat. Swasta juga lebih sering membantu masalah kemiskinan atau bencana supaya terlihat menonjol. “Pernah saya ajukan proposal ke satu perusahaan otomotif, tapi perusahaan gak mau karena dianggap tidak menguntungkan,” katanya.

Faried berharap, pemerintah yang akan membuat payung hukum CSR juga memperhatikan penanggulangan HIV/AIDS. Sebelumnya, Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah mengatakan bahwa pemerintah akan membuat payung hukum CSR. Bachtiar berharap tahun ini payung hukum CSR bisa terwujud.

Peran swasta, kata Faried, sebaiknya ditekankan pada pemberdayaan penderita HIV/AIDS. Perusahaan bisa memberi pendidikan informal bagi para penderita HIV/AIDS dan memberikan modal kerja. “Penderita HIV/AIDS juga berhak mendapat kesempatan berusaha,” katanya.

PRAMONO

TOPIK






Komentar Anda

Kirim