close

LSM Ragukan Data Pemerintah Soal Angka Kematian Ibu

Minggu, 10 Juni 2007 | 13:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Koalisi untuk Indonesia Sehat, Firman Lubis, meragukan
data penurunan angka kematian ibu. Sebab, selama empat tahun terakhir pemerintah belum berbuat banyak untuk mengatasi angka kelahiran ibu.

“Anggaran kesehatan secara umum juga masih jauh dari yang diminta Badan Kesehatan Dunia sebesar lima persen. Kita baru 2,4 persen,” katanya saat dihubungi Tempo, Ahad.

Departemen Kesehatan menyatakan angka kematian ibu melahirkan di Indonesia sudah menurun. Pada 2003, angka kematian ibu mencapai 307 per 100 ribu kelahiran. Survei tahun lalu kembali menurun menjadi 262 per 100 ribu kelahiran.

Menurut Firman, program desa siaga juga belum berjalan maksimal. Dalam kunjungan ke beberapa wilayah, seperti Kalimantan Barat, Firman mengaku menemukan masih banyak desa yang belum menjadi desa siaga. Pemerintah pun dinilai kurang mensosialisasikan program ini. “Jangankan di daerah. Di Jakarta saja, masih ada desa yang belum menjadi desa siaga,” katanya.

Selain itu, ibu hamil yang menderita anemia juga cukup banyak, hampir 60 persen. Padahal, ibu hamil yang terkena anemia rentan pendarahan saat melahirkan. “Pendarahan menjadi penyebab terbanyak meninggalnya ibu melahirkan,” katanya.

Saat ini, Firman melanjutkan, tingkat kematian ibu melahirkan di Indonesia paling tinggi di Asia Tenggara. Sebagai perbandingan, angka kematian ibu di Singapura hanya 6 per 100 ribu kelahiran. “Di Indonesia, 18 sampai 20 ribu ibu melahirkan meninggal tiap tahun,” katanya. PRAMONO

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan