Komandan Marinir Bernarkan Tindakan Anggotanya
Rabu, 13 Juni 2007 | 11:04 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Komandan Korps Marinir Mayor Jendral Nono Sampono membenarkan langkah anak buahnya dalam kasus penembakkan warga Alas Tlogo, Pasuruan Jawa Timur. "Peluru hampa dan kosong sudah habis untuk peringatan," katanya dalam rapat Komisi Pertahanan DPR, Rabu pagi.
Beberapa anggota marinir patroli dibekali senjata laras panjang jenis SS1. Senjata itu dipasangi empat magazine yang terdiri dari warna hijau berisi peluru hampa, satu magazine warna kuning berisi peluru karet, satu magazine warna merah berisi 10 butir peluru tajam.
"Tembakan peringatan terpaksa kami lakukan karena masa semakin brutal, itupun kami lakukan ke atas dan ke tanah," ujarnya.
Diduga, katanya, karena peluru karet dan hampa habis maka anggotanya menembak peringatan dengan peluru tajam ke bawah. Dari uji tembakan pantulan (ricochet), pelurunya masih bisa mematikan dari jarak lebih dari 30 meter. "Dan korban kebanyakan adalah penonton aksi serta yang berlindung di rumah, yang ada di sisi kiri dan kanan jalan," katanya.
Raden Rachmadi





