Kalla Kritik Menlu Downer
Jum'at, 15 Juni 2007 | 15:38 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Wakil Presiden Jusuf Kalla menilai, pernyataan Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer tentang tertanggkapnya Abu Dujana telah melanggar etika hubungan internasional antar negara. Tindakan Downer mendahaului kewenangan yang dimiliki Kepolisian Indonesia. "Masak (tersangka teroris) ketangkap di Indonesia Downer yang ngomong. Itu kurang pantas ya," kata Kalla dalam keterangan pers di kantornya, Jumat (15/6).
Kalla sendiri tidak tahu pasti, apakah saat itu Downer hanya mengira-ngira atau mendapatkan informasi akurat. Karena Informasi soal penangkapan Abu Dujana bisa datang dari banyak pihak. Apalagi di kawasan Asia Tenggara memang ada tukar-menukar informasi soal jaringan teroris. "Tapi tidak berarti orang itu (Downer) harus mengumumkan apa yang terjadi di negara orang lain," ujarnya.
Menurut Kalla, yang pertama mengetahui informasi soal penangkapan Abu Dujana adalah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Namun Kalla yakin informasi yang didapat pemerintah Australia bukan dari presiden karena presiden Yudhoyono sangat menjaga kerahasiaan tugas-tugas kepolisian.
Kalla mengatakan, penangkapan Abu Dujana menunjukkan keberhasilan kepolisian Indonesia dalam menjalankan pemberantasan teroris. Menurutnya, menangkap teroris bukan upaya yang mudha karena banyak negara lain yang berusaha menjalankan kegiatan antiteror namun tidak berhasil menangkap tersangka teroris.
Dengan keberhasilan polisi menangkap sejumlah anggota jaringan teroris, kata Kalla, akan semakin melemahkan gerakan tersangka teroris lain, seperti Noordin Moh. Top. Dia yakin untuk penangkapan Noordin hanya masalah waktu saja.
Namun wakil presiden berkeberatan dengan pernyataan Kepala Kepolisian RI Jenderal Sutanto yang menyatakan tidak bisa menjamin Indonesia sudah lebih aman dengan penangkapan kelompok Dujana. Kalla mengatakan, melihat penangkapan teroris sama seperti melihat gelas yang separuh terisi air, bisa dikatakan setengah penuh dan bisa dikatakan setengah kosong. "Bagi saya, dengan penangkapan itu (berarti) Indonesia lebih aman," ujar Kalla. Kalaupun masih ada anggota jaringan teroris, lanjutnya, itupun sudah jauh berkurang dengan tertangkapnya banyak tersangka teroris.
OKTAMANDJAYA WIGUNA





