Media Menambah Trauma Anak Abu Dujana
Rabu, 20 Juni 2007 | 11:26 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Komisi Nasional Perlindungan Anak, Seto Mulyadi meminta wartawan untuk tidak mengekspos anak Yusron Mahfudi alias Abu Dujana.
"Pertanyaan yang bertubi-tubi kepada anak tersebut tanpa disadari merupakan bentuk kekerasan terhadap anak," katanya saat dihubungi Tempo, Rabu.
Menurutnya, media massa memang memiliki kepentingan terhadap berita penangkapan Abu Dujana, namun kepentingan itu seharusnya tidak mengabaikan hak anak dengan mewawancarai dan menodong mereka dengan berbagai macam pertanyaan. "Mereka sudah trauma dengan penangkapan ayahnya, jadi tolong jangan lagi langgar hak anak," katanya.
Selain itu, ia juga meminta kepada keluarga Abu Dujana, terutama istrinya, untuk tidak mengekspos anak-anak mereka dengan membawanya saat melapor ke polisi.
Sore nanti, sekitar pukul 16.00, istri Abu Dujana bersama tiga anaknya akan melapor ke Komnas Perlindungan Anak terkait tindak kekerasan yang mereka alami dari aparat. "Mereka akan terbang dari Yogya pukul 12.00. Jika tidak ada halangan, jam 4 sore sudah sampai di Komnas Anak," katanya. Dwi Riyanto Agustiar





