Laut Selatan Dilanda Gempa, Nelayan Tetap Melaut

Rabu, 27 Juni 2007 | 11:20 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Meski kawasan pantai selatan dilanda gempa tektonik berkekuatan 6 Skala Richter, namun para nelayan tetap melalut seperti biasa. Kondisi gelombang laut di Pantai Selatan Jawa, khususnya di Kabupaten Bantul dan Gunungkidul DIY, terlihat normal antara 1 hinga 1,5 meter.

"Pagi tadi sekitar pukul 05,24 memang terasa ada gempa. Saat itu nelayan sudah bersiap berangkat melaut. Setelah ditunggu beberapa saat ternyata gelombang laut tidak menunjukkan adanya peningkatan, akhirnya para nelayan tetap turun," kata seorang nelayan di Pantai Parangtritis, Taufik Usman, Rabu (27/6).

Dikatakan Taufik yang juga anggota Tim SAR Kabupaten Bantul, semula para nelayan sempat was-was karena goncangan gempa sangat terasa. Namun setelah memastikan tidak terjadi tsunami dan gelombang tinggi, kata dia, para nelayan berangsur-angsur berani mencari ikan di laut.

Menurut Taufik, begitu terasa ada gempa di sekitar pantai, pihaknya segera menghubungi kantor Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Yogyakarta. Informasinya, kata dia, pusat gempa memang berada di laut Selatan tepatnya di sebelah barat daya Kabupaten Cilacap Jawa Tengah. Namun gempa itu, kata dia, tidak menyebabkan tsunami.

Sementara itu Kepala Seksi Data dan Informasi kantor BMG Yogyakarta, Tiar Prasetyo menyatakan, gempa yang terjadi di sebelah barat daya Cilacap memang mempunyai kekuatan cukup besar. Namun sejauh ini, kata dia, tidak menimbulkan bahaya tsunami. Gempa itu, kata dia, akibat pergseran lempeng.

"Gempa memang dirasakan hingga Yogyakarta, tapi masyarakat diminta tetap tenang klarena gempa itu tidak menimbulkan tsunami. Meski demikian, masyarakat nelayan khususnya, diminta terus waspada dan hati-hati," kata Tiar.

Seperti diberitakan, gempa tektonik berkekuatan 6 Skala Richter terjadi pada pukul 05.23 WIB. Pusat gempa berada pada 10,62 Lintang Selatan dan 108,51 Bujur Timur pada kedalaman 30 km di bawah permukaan laut. Gempa yang berada di sebelah barat daya Cilacap itu juga dirasakan hingga Kebumen, Purworejo dan Yogyakarta. syaiful amin






Komentar Anda

Kirim