KSAD Minta Indonesia Tak Bisa Egois Mengenai DCA
Rabu, 27 Juni 2007 | 12:29 WIB
TEMPO Interaktif Cimahi:Kepala Staf Angkatan Darat Jendral Djoko Santoso meminta semua pihak tidak melihat perjanjian kerjasama pertahanan (defence cooperation agreement) secara egois. "Kerjasama itu harus dilihat dari sisi kebersamaan sebagai masyarakat internasional, tidak bisa hidup sendirian," katanya seusai pembukaan Pekan Olah Raga Angkatan Darat di Lapangan Mandala Brigade Infanteri 15 Kujang, Kodam III Siliwangi, Cimahi, Jawa Barat, Rabu (27/6).
Dia mencontohkan kedua negara saling membutuhkan, dengan mengibaratkan keduanya hidup sebagai tetangga. "Kita punya halaman, sementara Singapura tidak. Mereka punya pekerjaan yang harus menginjak halaman kita. Ya, kita bicarakan baik-baik," tuturnya.
Dibukanya kerjasama ini, kata Djoko, adalah upaya TNI khususnya Angkatan Darat memperbaiki kerjasama militer dengan Singapura yang sudah berlangsung beberapa tahun lalu. "Yang sekarang itu (dibuat) supaya lebih menguntungkan," ujarnya.
Sebelumnya, dalam rapat kerja dengan Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda, Komisi Pertahanan DPR dengan tegas akan menolak ratifikasi kerjasama pertahanan. ini. Pasalnya, meski area latihan militer yang dipakai milik Indonesia, kerjasama itu dianggap lebih menguntungkan Singapura. "Tapi, itukan hak DPR berpendapat," ujar Djoko.
Menurut dia, Sampai sekarang peratuaran pelaksanaan dari perjanjian itu belum rampung. Masih ada masalah teknis yang sedang digodok Markas Besar Angkatan Darat terkait perjanjian ini. "Misalnya, pembatasan kaliber peluru, jenis rudal, tingkat satuan, jumlah pasukan, dan yang lainnya, masih dibahas," paparnya.
Djoko juga kembali menegaskan bahwa di area latihan militer Baturaja, Singapura tidak diperkenankan mengajak negara pihak ketiga. "Ini adalah upaya kami agar dalam perjanjian ini Indonesia yang mengendalikan, dan mereka harus tunduk pada aturan hukum Indonesia," ujarnya.
Raden Rachmadi





