close

Modus Obat Palsu Makin Canggih

Rabu, 27 Juni 2007 | 14:28 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Badan Pengawas Obat dan Makanan meminta masyarakat mewaspadai obat palsu yang masih beredar. Apalagi, kata Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan, Weddy Mallyan, modus pemalsuan obat kian canggih.

Ada obat palsu yang kemasan dan isinya sama dengan obat asli yang beredar di masyarakat. "Sehingga orang awam semakin sulit membedakan mana yang palsu atau asli," katanya kepada Tempo di Jakarta, Rabu.

Obat palsu itu terkadang baru bisa diketahui palsu-tidaknya setelah masuk ke dalam tubuh pasien. Seringkali, obat palsu itu pun tak efektif menyembuhkan pasien. Malahan, kandungan obat palsu bisa membahayakan
keselamatan jiwa pasien.

Peredaran obat palsu, kata Weddy, memang sulit dihilangkan. Menurut dia, tak ada satu pun negara yang bebas dari obat palsu. Negara maju seperti Amerika pun masih kesulitan memberantas peredaran obat palsu. Di sana, obat palsu dijual melalui internet. Sedangkan di Indonesia, obat palsu dijual di toko obat dan warung.

Seringkali, tak ada pandangan yang sama antara Badan Pengawas dengan aparat hukum. Hakim, misalnya, menganggap obat palsu yang berisi tepung tak membahayakan konsumen sehingga produsen dan pengedar obat palsu dikenai
hukuman yang ringan. "Padahal, obat berisi tepung itu bisa membunuh pasien," katanya.

Dengan hukuman yang ringan, biasanya hanya kurungan satu hari atau denda dalam jumlah kecil, pelaku pun bisa beroperasi lagi. Hukuman yang ringan, kata Weddy, tak sebanding dengan biaya dan waktu yang dihabiskan untuk
melakukan penyelidikan. PRAMONO

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Topik :

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan