Ratusan Nelayan Pamit Pada Rokhmin
Rabu, 27 Juni 2007 | 15:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekitar 500 orang yang tergabung dalam Solidaritas Nelayan Nusantara mendatangi Markas Besar Kepolisian untuk menemui mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Rokhmin Dahuri. Mereka ingin pamit pulang sekaligus memberi dukungan pada Rokhmin setelah seharian melakukan aksi.
Mereka akhirnya diizinkan masuk namun dibagi dalam kelompok yang masing-masing terdiri dari 10 orang. Mereka mengaku hanya bersalaman dengan Rokhmin dan tidak disampaikan pesan apapun.
Dade mengatakan para nelayan menyesalkan tuntutan penjara selama enam tahun terhadap Rokhmin. Padahal, kata dia, Sekretaris Jenderal Departemen Kelautan dan Perikanan Andin H. Taryoto hanya dituntut 32 bulan dan akhirnya divonis 18 bulan penjara.
"Kami mengharapkan bebas, karena uang itu bukan uang negara sehingga negara tidak dirugikan," kata Dade di Mabes Polri, Rabu (27/6).
Sejak pagi tadi para nelayan dari Jawa Barat itu telah melakukan aksi di Bundaran Hotel Indonesia dan melakukan long march ke Istana Negara. Dari sana mereka lantas melakukan aksi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat dan diterima oleh Wakil Ketua Badan Kehormatan Gayus Lumbuun.
Para nelayan yang berasal dari Cirebon, Indramayu, Pekalongan, dan Cilacap itu tiba di Mabes pukul 14.30 WIB. Dade mengatakan mereka ke Jakarta menggunakan tujuh bus besar dan lima bus berukuran kecil.
Dade menambahkan koperasi yang dipimpinnya pernah menerima sumbangan dari Rokhmin sebesar Rp 100 juta. Dana tersebut, kata dia, diberikan Rokhmin ketika melakukan kunjungan ke Cirebon.
"Karena waktu itu nelayan tidak melaut jadi dana itu kami bagikan untuk membeli beras masing-masing Rp 10.000," kata dia.
Sebagai salah satu penerima dana nonbujeter, kata dia, dirinya juga siap diperiksa.Desy Pakpahan





