Anggota Kongres Amerika Akan Kunjungi Papua
Rabu, 27 Juni 2007 | 18:15 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Pemerintah Indonesia masih memproses permohonan anggota Kongres Amerika Serikat, Eni Faleomapega, untuk berkunjung ke Papua. "Mungkin dalam waktu satu atau dua hari kedepan kita akan sampaikan ke publik apakah rencana itu akan jalan," kata Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda seusai meresmikan aplikasi sistem E-Procurement di lingkuan Departemen Luar Negeri, Rabu (27/6).
Menurut Menlu Eni yang juga ketua sub-komisi mengenai wilayah Asia Pasifik di Kongres AS ini memang berencana untuk melakukan kunjungan ke Indonesia. Dalam rangkaian kunjungan tersebut dia memang berencana untuk datang ke Papua. Menlu mengatakan bahwa pada dasarnya Indonesia terbuka untuk kunjuangn ini. Kalau agenda acara dan jadwal waktunya cocok bisa jadi kunjungan ini akan dilaksanakan.
Namun bukan berarti pemerintah akan begitu saja mengabulkan permohonan tersebut. Menurut Hassan dia masih belum bisa memastikan karena hal itu masih dalam proses. "Dalam hal ini kita masih bisa menolak kok," ucapnya. Selama ini, kata Hassan, RI dengan kongres AS khususnya Eni Faleomega sudah banyak melakukan kontak. Dalam kontak ini Indonesia juga telah menyampaikan berbagai informasi tentang hal-hal yang menjadi perhatian Eni, termasuk soal Papua.
Isu tentang Papua memang masih menjadi hal yang sering dibahas di Kongres AS. Namun kata Hassan pada tataran pemerintah, Papua tidak menjadi masalah. Ini dibuktikan dengan berulang-ulangnya pemerintah AS memebrikan dukungan bagi keutuhan wilayah dan kedaulatan nasional Indonesia, termasuk atas Papua.
"Jadi kalau ada pihak-pihak yang punya pertanyaan tentang Papua itu sah-sah saja," ucap Hassan. Oleh karena itu, menurut Hassan, juga sah-sah saja apapun jawaban Indonesia terhadap pertanyaan tersebut. Dan jika dikaitkan dengan rencana kunjungan Eni Faleomapega ke Papua, Hassan mengatakan bahwa ada sisi positif yang mungkin bisa diambil dari hal tersebut. "Biarkan mereka melihat sendiri faktanya, agar mereka yakin apad informasi yang telah kita sampaikan," ucapnya.
Titis Setianingtyas





