|
Menerobos Pengamanan Presiden
24 Orang Ditangkap dan Tujuh Bendera RMS Disita
Jum'at, 29 Juni 2007 | 14:32 WIB
TEMPO Interaktif, Ambon:
Sebagai buntut insiden yang terjadi saat pelaksanaan acara puncak Hari Keluarga Nasional ke-14 di Lapangan Merdeka, Ambon, Jumat (29/6) pagi, kepolisian daerah setempat menahan 24 orang dan menyita tujuh lembar bendera Republik Maluku Selatan (RMS).
Mereka yang ditangkap itu adalah sebagain dari 28 orang yang nekat menerobos pengamanan Presiden Yudhoyono, pada saat Presiden hendak membuka secara resmi acara tersebut. Sepuluh orang saat ini ditahan di Polres Pulau Ambon dan Pulau Lease, Sedangkan 14 orang lainnya ditahan di Markas Detasemen 88 Polda Maluku. Adapun empat “penari” lainnya masih melarikan diri.
Dengan berpakaian tradisional ala penari cakalele, lengkap dengan parang, tombak, dan tameng, 28 orang itu merangsek masuk ke lingkaran dalam pengamanan Presiden. Padahal, tarian cakalele itu yang tidak termasuk dalam agenda pembukaan acara Hari Keluarga Nasional.
Para penari cakalele ini sempat berada dalam lapangan upacara sekitar 15 menit, sebelum anggota Pasukan Pengaman Presiden menghalau mereka keluar dari area upacara. Ketika itu Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu tengah membacakan sambutan selamat datang pada acara tersebut.
Setelah dihalau dan berada di belakang panggung lapangan upacara, para penari cakalele itu berhamburan dan melarikan diri. Polisi berhasil menangkap 24 orang. Polisi juga menemukan satu lembar bendera RMS berukuran besar serta enam lembar bendera lain berukuran lebih kecil.
Dari empat orang yang berhasil melarikan diri tersebut, satu di antaranya sudah teridentifikasi identitasnya. Sedangkan tiga lainnya masih dalam penyelidikan.
Mochtar Touwe
INDEKS BERITA LAINNYA :
|