|
Ketua DPR: BIN Bisa Jadi Bahan Ketawaan Masyarakat
Senin, 02 Juli 2007 | 12:53 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Ketua Dewan Perwakilan Rakyat meminta Badan Intelejen Negara tidak sibuk membela diri terkait insiden pengibaran bendera Republik Maluku Selatan. Badan ini diminta menginvestigasi kejadian tadi. "Jika tidak, akan jadi bahan tertawaan masyarakat," kata Agung di gedung MPR/DPR, Jakarta, Senin (2/7).
Agung meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memberi sanksi para pihak pengamanan terkait peristiwa pengibaran bendera RMS itu. "Kalau perlu dicopot, siapa yang bertanggungjawab," kata Agung di gedung MPR/ DPR, Senayan.
Agung sangat menyesalkan peristiwa itu karena mempermalukan kepala negara dan bangsa secara keseluruhan. Insiden pengibaran bendera RMS itu menunjukkan kelemahan sistem pengamanan presiden.
Apalagi peristiwa serupa pernah terjadi di Cirebon ketika seorang ibu secara mendadak menghampiri presiden dan memeluk kakinya. Pengamanan presiden dan keluarganya adalah amanat undang-undang. Untuk itu, kata Agung, pemerintah perlu memperbaiki sistem pengamanan sehingga kejadian serupa tak terulang.
aqida swamurti
INDEKS BERITA LAINNYA :
|