close

Presiden Resmikan Jalur Ganda Kereta Api Tanah Abang-Serpong

Rabu, 04 Juli 2007 | 17:29 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meresmikan pengoperasian jalur ganda kereta api jurusan Serpong-Tanah Abang hari ini. "Semoga dengan jalur ganda ini, perjalanan kereta api akan lancar, tepat waktu, aman, dan nyaman," ujar Yudhoyono ketika memberi sambutan saat meresmikan jalur ganda kereta api di Serpong, Rabu (4/7).

Jalur ganda Tanah Abang-Serpong sepanjang 24,5 kilometer meningkatkan kapasitas lintas dari 78 kereta api perhari menjadi 130 kereta api perhari. Operasi delapan kereta api per dua jam juga ditingkatkan menjadi 20 kereta api per dua jam pada jam sibuk. Kereta api AC Ekonomi yang mengambil jalur Serpong, Sudimara, Pondok Ranji, Kebayoran, Palmerah, dan Tanah Abang atau sebaliknya ini dikenai tarif Rp 5000.

Dalam sambutannya, Yudhoyono mengakui, masalah transportasi merupakan masalah penting yang memerlukan perhatian. Infrastruktur jalan didarat, laut dan udara, lanjut Yudhoyono masih memerlukan perhatian besar untuk dapat memberikan pelayanan optimal bagi masyarakat.

Yudhoyono juga menyebutkan persoalan lain yaitu tuntutan keselamatan sarana transportasi setelah terjadinya kecelakaan selama ini. Yudhoyono berharap, kajian dari tim evaluasi nasional yang memberikan rekomendasi untuk peningkatan transportasi dapat ditindaklanjuti oleh semua pihak.

Dalam menciptakan transportasi aman dan nyaman, menurut Yudhoyono, diperlukan audit untuk meminimalkan kecelakaan (mewujudkan zero accident). Yudhoyono meminta, jajaran departemen perhubungan untuk melaksanakan infrastruktur transportasi dengan mengacu pada sistem transportasi nasional. FANNY FEBIANA

  • Share on Facebook
  • Print
  • Send

Komentar Anda :

Kirim Komentar

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar:

Kode Verifikasi :

Masukkan Kode :

Disclaimer : Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan editorial redaksi Tempo Interaktif. Redaksi berhak mengubah kata-kata yang berbau pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan