Abu Dujana Memberikan Keterangan Dalam Tekanan

Kamis, 05 Juli 2007 | 16:48 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta: Pengakuan Abu Dujana tentang penangkapan dirinya dan tercantum dalam berita acara pemeriksaan (BAP) diberikan dalam keadaan tertekan. "Dia dalam kondisi tidak merdeka sehingga terkesan pendapat tersebut sebagai counter opinion terhadap kesaksian anaknya," ujar Achmad Michdan, koordinator Tim Pembela Muslim (TPM), kamis (5/7), saat pembacaan duplik pra preadilan penangkapan dan penahanan Abu Duljana.

Proses penangkapan yang dilakukan polisi terhadap Abu Dujana sempat menjadi silang pendapat. Sebab dalam penangkapan itu polisi menembak tersangka teroris itu. Apa lagi seorang anak Dujana melihat ayahnya ditembak dari belakang saat sudah menyerah dan dalam posisi jongkok. Sementara dalam berta acara pemerik, Dujana mengaku ditembak polisi karena melakukan perlawanan.

Menurut Michdan, yang dipermasalahkan TPM adalah proses penangkapan yang dilakukan di depan anak-anak. Ditambah lagi dengan adanya aksi penembakan. "Itu menimbulkan rasa traumatik pada anak," ungkap Michdan.

Dalam persidangan, Michdan meminta Majelis Hakim untuk menggelar persidangan tertutup jika ingin menghadirkan anak Abu Dujana sebagai saksi. "Persidangan tertutup dan hakim tidak mengenakan toga. Tujuanya agar tidak menimbulkan traumatik pada diri anak," kata dia. Tetapi Hakim sendiri berpendapat kehadiran anak Abu Duljana sebagai saksi tidak dibutuhkan.

Yudha Setiawan

TOPIK






Komentar Anda

Kirim

Nama:

Kota:

Email:

Judul:

Komentar: