|
Ibu Menyusui Tak Perlu Khawatir Harga Susu Naik
Jum'at, 06 Juli 2007 | 11:30 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Departemen Kesehatan meminta ibu yang memiliki balita tak perlu khawatir atas kenaikan harga susu formula. Direktur Bina Gizi Masyarakat, Ina Hernawati, mengatakan para ibu bisa tetap mempertahankan pemberian air susu ibu (ASI) sampai balita berusia 24 bulan.
“ASI tetap yang terbaik. Susu formula tak bisa menggantikannya,” katanya saat dihubungi Tempo, Jumat.
Menurut Ina, Departemen Kesehatan juga telah menyalurkan makanan pendamping ASI ke seluruh wilayah Indonesia. Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari sebelumnya juga menyatakan akan menyalurkan 87 ton makanan pendamping ASI dan 128 ton biskuit bagi masyarakat Jakarta. Makanan pendamping ASI itu akan menjangkau 64 ribu balita usia 6-24 bulan yang berasal dari keluarga miskin selama 30 hari. Penyalurannya melalui 3.673 posyandu.
Masyarakat miskin, kata Ina, bisa mendapatkan makanan pendamping berupa bubur atau biskuit ini secara gratis di puskesmas dan posyandu.
Departemen Kesehatan, kata dia, juga telah menyiapkan konselor ASI di berbagai rumah sakit. Tujuannya, supaya ibu yang mengalami masalah dalam menyusui bisa mendapat informasi yang jelas sehingga bisa menyusui anaknya. Misalnya, persoalan minimnya produksi ASI dan ASI yang tak mau keluar.
Air Susu Ibu, jelas Ina, mengandung gizi yang tak tergantikan oleh susu formula. Susu semahal apapun tak bisa menandingi kualitas ASI. “Tak benar kalau ada produsen susu yang menyatakan produknya sama dengan ASI. Yang benar, banyak produsen susu menambahkan berbagai kandungan dalam produknya supaya mirip dengan ASI,” ujarnya. PRAMONO
INDEKS BERITA LAINNYA :
|