Menteri Pertahanan Australia Temui Juwono Sudarsono

Jum'at, 06 Juli 2007 | 12:50 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:Menteri Pertahanan Australia, Brendan Nelson, mengunjungi Indonesia sejak 5-7 Juli ini. Dalam siaran pers yang dikeluarkan Kedutaan Besar Australia, disebutkan Nelson akan bertemu sejumlah pejabat pertahanan Indonesia, yakni: Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dan Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto.

Duta Besar Australia untuk Indonesia, Bill Farmer menyatakan, kedatangan Nelson memperlihatkan komitmen Australia dalam kerja sama pertahanan. Kedatangan Nelson diharapkan dapat memperkuat kerja sama pertahanan bilateral.

Selama ini, kata Farmer, telah terjalin kerja sama yang baik antara militer Australia dengan Indonesia. Contohnya, militer dapat bekerja sama dalam pemberian bantuan korban gempa bumi dan tsunami di Aceh pada 2004.

Selain itu, angkatan bersenjata masing-masing negara telah melakukan latihan militer secara teratur. Latihan bilateral bersama tersebut termasuk ALBATROS AUSINDO dalam rangka pengawasan maritim, latihan kapal patroli CASSOWARY, latihan penjaga perdamaian regional PIRAP JABIRU, dan latihan bantuan bencana RAJAWALI AUSINDO yang melibatkan pesawat angkut C-130. ?Latihan ini mampu meningkatkan kapasitas operasi, dan kemampuan bekerja sama dalam situasi darurat,? katanya.

Selain bertemu dengan Menteri Pertahanan dan Panglima TNI, Nelson juga akan berpidato di Lembaga Ketahanan Nasional tentang pentingnya hubungan strategis Australia-Indonesia. Nelson juga dijadwalkan bertemu dengan anggota Komisi Pertahanan Dewan Perwakilan Rakyat.

Nelson juga akan bertemu dengan Kepala Pelaksana Harian Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla). Tujuannya, memperluas kerja sama pengawasan maritim kedua negara. Terutama, dalam memerangi masalah kawasan seperti penangkapan ikan secara gelap dan kejahatan lintas-batas lainnya.

Kunjungan Nelson ke Jakarta akan diikuti dengan pertemuan pejabat pertahanan tahunan di Canberra pada akhir bulan Juli. Selain itu, juga dilanjutkan dengan pertemuan Kepala Staf Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara kedua negara pada akhir tahun ini. PRAMONO






Komentar Anda

Kirim