PBB : Laki-Laki Harus Proaktif Menjaga Kesehatan Reproduksi Perempuan
Rabu, 11 Juli 2007 | 09:34 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Laki-laki harus bersikap proaktif sebagai partner kesehatan reproduksi perempuan untuk mengurangi angka kematian ibu melahirkan secara signifikan. Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif United Nation Population Fund, Thoraya Ahmed Obaid dalam siaran persnya, Rabu (11/7)
"Pengalaman menunjukkan, keterlibatan laki-laki dapat membuat perubahan substansial pada kesehatan perempuan dan anak-anak," demikian diungkapkan Obaid menyambut Hari Populasi Sedunia, hari ini. Tema Hari Populasi Dunia tahun ini adalah Laki-Laki Partner Kesehatan Reproduksi Prempuan.
Alasannya, kata dia, memiliki seorang anak membutuhkan peran kedua belah pihak, baik laki-laki dan perempuan. Namun, perempuan memiliki resiko tinggi karena alasan perbedaan kondisi psikologis dan kesetaraan gender. "Perempuan memiliki hak atas kesehatan, tetapi untuk menjaga hak-hak tersebut tergantung dukungan pasangannya," kata dia.
Menurutnya, saat ini terlalu banyak perempuan yang meninggal cepat hanya karena komplikasi saat masa kehamilan dan proses melahirkan. Padahal, kata dia, komplikasi yang terjadi pada masa itu mudah sekali dicegah. "Setiap menit, satu perempuan meninggal. Tetapi perempuan tidak layak meninggal pada saat proses memberikan hidup pada anaknya" katanya.
Budaya masyarakat, kata dia, laki-laki berperan sebagai pengambil keputusan dalam keluarga dan masyarakat. "Paling tidak mereka harus membuat kebijakan yang berpihak pada perempuan dan anak," ujarnya.Ninin Damayanti





